YAKUSA.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura melakukan survei sekaligus inisiasi kerja sama dalam rangka pengembangan eduwisata garam di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 sebagai langkah awal pengajuan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Hasbullah selaku Gubernur BEM Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura yang didampingi oleh Ketua Tim Pengusul Hibah PPK Ormawa Siti Cahyo bersama tim anggotanya.
Dalam kegiatan ini, BEM FP UTM juga melakukan diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat terkait kondisi terkini eduwisata garam di desa tersebut.
Diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bunder, Iswahyanti. Turut hadir pula pengurus BUMDes Mutiara Saghére, Sanin, serta pengurus kelompok petani garam, Yanto.
Dalam diskusi tersebut terungkap sejumlah kendala yang menyebabkan eduwisata garam Desa Bunder saat ini mulai mengalami penurunan aktivitas.
Beberapa permasalahan yang disampaikan antara lain akses pasar yang masih terbatas sehingga pemasaran produk garam hanya menjangkau pasar lokal.
Selain itu, proses sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang belum terbit juga menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan produk garam desa.
Kondisi lingkungan pesisir yang mengalami abrasi turut menjadi tantangan bagi keberlanjutan kawasan produksi garam di wilayah tersebut.
Menanggapi berbagai permasalahan tersebut, BEM FP UTM menawarkan beberapa gagasan inovatif untuk membantu menghidupkan kembali eduwisata garam Desa Bunder.
Di antaranya melalui pengembangan konsep eduwisata berbasis digital untuk memperluas promosi wisata, pembuatan toko online sebagai sarana pemasaran produk garam desa, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendeteksi kelayakan kualitas air yang digunakan dalam proses produksi garam.
Selain melakukan inisiasi kerja sama dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat, BEM FP UTM juga menginisiasi dukungan kebijakan dari pemerintah daerah dengan menjalin komunikasi bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pamekasan, Kusairi.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan program yang akan diusulkan dalam PPK Ormawa.
Dari hasil kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan berkas kesediaan mitra oleh Kepala Desa Bunder dan Kepala Dinas PMD Kabupaten Pamekasan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana program yang akan diajukan.
Hasbullah selaku Gubernur BEM Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura menuturkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kami berharap proposal yang akan kami ajukan dapat lolos pendanaan melalui program PPK Ormawa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2026,” tuturnya.
“Harapannya, program ini nantinya dapat membantu menghidupkan kembali potensi eduwisata garam di Desa Bunder serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah, diharapkan potensi eduwisata garam di Desa Bunder dapat kembali berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.(Hn/San)



