Ada satu kalimat yang hampir selalu muncul di meja tongkrongan para perokok: “Tidak ada rokok yang lebih enak dari Sampoerna A Mild.” Kalimat itu biasanya diucapkan dengan penuh keyakinan, seolah-olah sudah menjadi kesimpulan ilmiah yang tidak bisa dibantah.
Seorang kawan saya—sesama anak zaman Orde Baru—pernah mengatakannya dengan nada yang sangat serius. Ia menghisap rokoknya perlahan, lalu menghembuskan asap dengan gaya seperti seorang filsuf yang sedang merumuskan teori besar tentang kehidupan.
Saya hanya tersenyum.
Maklum, kami ini generasi yang pernah merasakan masa sulit. Generasi yang kadang tidak malu memungut putung rokok di jalan untuk dihisap kembali. Bukan karena romantis, tapi karena memang itulah keadaan ekonomi saat itu. Dari pengalaman getir itu, kami belajar satu hal: nikmatnya sebatang rokok sering kali tidak hanya soal merek, tapi juga soal cerita di baliknya.
Maka saya pun menyodorkan satu batang rokok kepadanya.
“Coba ini,” kata saya santai.
Ia memandang bungkusnya, lalu mengernyit sedikit.
“Ini rokok dari mana lagi?”
Saya tertawa kecil.
“Namanya Djava Mild White.”
Nama itu mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Tapi begitulah kehidupan—kadang sesuatu yang baru memang datang pelan-pelan. Seperti lirik lagu Endank Soekamti: datang akan pergi, lewat kan berlalu. Namun yang datang dengan kualitas biasanya tidak mudah berlalu.
Djava Mild White adalah salah satu produk dari PT Empat Sekawan Mulia (ESM), perusahaan yang melahirkan berbagai varian rokok dengan brand Djava. Selain Djava Mild White, ada pula Ocha Apple Ice dan King Djava Filter (bolong)—tiga pilihan yang menawarkan karakter berbeda namun sama-sama ramah di kantong.
Yang menarik, rokok-rokok ini tidak lagi sulit ditemukan. Kini beberapa produk Djava sudah tersedia di berbagai minimarket modern seperti Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi. Artinya, siapa pun bisa dengan mudah mencobanya tanpa harus mencarinya sampai ke ujung pasar.
Ocha Apple Ice: Sensasi Segar yang Bikin Penasaran
Di dunia rokok kretek, inovasi kadang muncul dari ide sederhana: bagaimana jika rokok tidak hanya terasa “tembakau”, tetapi juga menghadirkan sensasi lain yang lebih segar?
Dari gagasan itulah lahir Ocha Apple Ice.
Rokok ini menghadirkan sensasi rasa apel yang manis dan segar, dipadukan dengan efek dingin yang terasa di setiap hisapan. Rasanya seperti kombinasi antara kenikmatan rokok kretek dan kesegaran buah yang tidak biasa.
Tidak heran jika varian ini cepat menarik perhatian, terutama bagi mereka yang menyukai rokok dengan karakter rasa unik.
Ocha Apple Ice sendiri menjadi bagian dari keluarga besar produk Djava yang sudah lebih dulu hadir di pasaran, seperti Djava Hijau, Lentera, Djava Merah, Djava Premium Gold, Lingsize, Ocha, HK Reborn, Ocha Mangga, hingga Ocha Guava.
Dengan pilihan rasa yang beragam, Djava seolah ingin mengatakan bahwa menikmati rokok tidak harus selalu dengan rasa yang sama.
Djava Mild White: Kebanggaan dari Madura
Bagi saya yang lahir dan besar di Madura, ada rasa bangga tersendiri ketika mengetahui bahwa sebuah perusahaan lokal mampu melahirkan produk yang kualitasnya tidak main-main.
Djava Mild White adalah salah satu buktinya.
Rokok ini memiliki karakter rasa yang halus, sedikit manis, dan ringan di hisapan—cocok bagi mereka yang menyukai rokok mild dengan sensasi yang lembut. Desain kemasannya pun terlihat bersih, modern, dan elegan, membuatnya tampak menonjol di etalase rokok.
Kadang saya berpikir, perjalanan sebuah rokok tidak jauh berbeda dengan perjalanan hidup: ada proses panjang, ada kerja keras, dan ada kesabaran sebelum akhirnya bisa dinikmati banyak orang.
King Djava Filter (Bolong): Mantap Tapi Tetap Bersahabat
Di tengah harga rokok yang sering membuat dompet berdebar-debar, PT Empat Sekawan Mulia juga menghadirkan pilihan lain yang lebih bersahabat: King Djava Filter (bolong).
Ini adalah rokok jenis SKM full flavour dengan karakter rasa yang kuat namun tetap nyaman dihisap. Keunikan utamanya terletak pada filter yang memiliki lubang di bagian tengahnya.
Filter “bolong” ini membuat aliran udara menjadi lebih ringan saat dihisap, sehingga sensasinya terasa mantap tetapi tidak terlalu berat di tenggorokan.
Bagi sebagian penikmat kretek, kombinasi seperti ini justru menjadi daya tarik tersendiri.
Dari Tongkrongan ke Minimarket
Kawan saya akhirnya menghisap rokok yang saya sodorkan tadi. Ia diam beberapa detik, menghembuskan asap perlahan, lalu berkata singkat:
“Lumayan juga.”
Saya tertawa.
Kadang memang begitu. Sesuatu yang awalnya dianggap asing, ternyata bisa menjadi teman baru di meja tongkrongan.
Apalagi sekarang, berbagai varian Djava seperti Ocha Apple Ice, Djava Mild White, dan King Djava Filter sudah mudah ditemukan di Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi. Tinggal mampir sebentar, pilih varian yang sesuai selera, dan nikmati sendiri ceritanya.
Karena pada akhirnya, sebatang rokok bukan hanya soal rasa.
Ia juga tentang pertemanan, kenangan, dan sedikit jeda di tengah riuhnya kehidupan.


