YAKUSA.ID — Front One and Azana Style Hotel Madura resmi mengantongi Sertifikat Halal. Pengumuman tersebut disampaikan kepada awak media pada Kamis (10/7/2026) di Pamekasan.

Perolehan sertifikat ini menjadi langkah strategis manajemen hotel dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya profesional dan modern, tetapi juga sesuai dengan prinsip syariat Islam serta regulasi yang berlaku di Indonesia.

Sertifikasi halal ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem industri halal nasional, serta diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor pariwisata di Madura, khususnya dalam menarik wisatawan muslim domestik maupun mancanegara.

Dalam prosesnya, manajemen hotel menggandeng PT Azwari Berlian Traaz sebagai konsultan implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan kebijakan halal, identifikasi titik kritis, penyusunan dokumen, hingga pelatihan karyawan.

Selanjutnya, proses verifikasi dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Equitrust Lab guna memastikan seluruh operasional hotel telah sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan regulasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Selama proses tersebut, hotel melakukan berbagai penyesuaian, meliputi pengendalian bahan baku makanan dan minuman, sistem penyimpanan, standar pengolahan dan penyajian, hingga peningkatan kebersihan serta kompetensi sumber daya manusia.

Cluster General Manager Front One and Azana Style Hotel Madura, Dede Rahman, menegaskan bahwa sertifikat halal merupakan bentuk komitmen moral perusahaan.

“Sertifikat Halal ini adalah komitmen kami untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan kepada tamu. Kami memastikan seluruh produk dan layanan memenuhi standar halal secara konsisten,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencapaian ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan dan menjadikan hotel sebagai pilihan utama, khususnya bagi wisatawan muslim.

Sementara itu, Direktur PT Azwari Berlian Traaz, Ita Kurniawati, menekankan bahwa tantangan utama terletak pada konsistensi penerapan sistem halal.

“Sertifikasi bukan akhir, melainkan awal dari menjaga budaya halal dalam setiap aktivitas operasional,” katanya.

Ia juga mengapresiasi komitmen manajemen hotel selama proses sertifikasi, serta berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi industri perhotelan lainnya.

Penerbitan Sertifikat Halal ini dinilai memberikan dampak luas, tidak hanya bagi konsumen muslim dalam hal kepastian dan kenyamanan, tetapi juga bagi manajemen hotel dalam meningkatkan kualitas sistem, standar keamanan pangan, serta kepercayaan pelanggan secara umum.

Para ahli menilai, penerapan prinsip halal di sektor perhotelan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Kolaborasi antara Front One and Azana Style Hotel Madura, PT Azwari Berlian Traaz, dan LPH Equitrust Lab diharapkan dapat menjadi model sinergi dalam mempercepat implementasi Sistem Jaminan Produk Halal di sektor jasa, khususnya industri perhotelan di berbagai daerah.