YAKUSA.ID  – Indra Fredika Kusuma, pria asal Mojokerto ini menorehkan prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) pada periode Agustus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di balik pencapaian akademiknya, tersimpan kisah perjuangan yang penuh liku, mulai dari penolakan kuliah oleh orang tua hingga akhirnya meraih beasiswa LPDP dan menyandang gelar Magister Hukum.

Berbekal tekad kuat dan semangat pantang menyerah, pria yang akrab disapa Dika ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Ayahnya hanya seorang buruh sol sepatu di desa, sementara keluarganya merupakan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kondisi itulah yang sempat membuat orang tuanya melarang Dika melanjutkan kuliah ke jenjang sarjana.

“Orang tua waktu itu tidak memperbolehkan saya lanjut kuliah S1 karena tidak mampu, tidak ada biaya. Namun saya ini tipe anak yang ngeyel, jadi berangkat diam-diam untuk mengikuti SBMPTN di UNAIR, naik kereta ekonomi ke Surabaya dan tidur di Masjid UNAIR Kampus B (yang saat ini di renovasi). Namun rezeki masuk UNAIR ternyata belum berpihak kepada saya. Mungkin kata orang jawa belum ada restu orang tua,” ungkap Dika pada Selasa, 13 Januari 2025.

Meski gagal dalam seleksi SBMPTN, Dika tak menyerah. Ia berhasil mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan melanjutkan studi sarjana di Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah. Kuliahnya diselesaikan dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK mengesankan sebesar 3,89.

Perjalanan pendidikannya berlanjut pada tahun 2023, saat Dika diterima sebagai penerima beasiswa LPDP untuk melanjutkan jenjang S2 di Fakultas Hukum UNAIR. Tidak hanya sukses dalam akademik, ia juga berhasil disumpah sebagai Advokat.

Selama menempuh pendidikan magister, Dika tak hanya fokus pada kuliah. Ia aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya sebagai pengurus Kelurahan LPDP Airlangga, DPC PERADI Surabaya, LBH Ansor Surabaya, serta menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Badko HMI Jawa Timur dan Sekretaris Kompartemen Advokasi dan Hukum BPW HIPKA Jawa Timur.

Selain aktif berorganisasi, Dika juga menjalankan profesinya sebagai advokat yang memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu kasus yang pernah ia tangani adalah pendampingan terhadap seorang karyawan toko parfum yang menjadi korban kredit fiktif oleh orang tak bertanggung jawab.

“Alhamdulillah perkaranya bisa selesai dan yang bersangkutan (karyawan toko) telah bersedia menjadi saksi yang bekerja sama dengan memberikan keterangan yang membantu tugas Jaksa dalam mengungkap perkara dan melakukan penuntutan pelaku utama,” jelas Dika.

Meski sibuk menjalankan berbagai tanggung jawab, Dika mampu menyelesaikan studi S2-nya di bawah dua tahun dengan IPK 3,81. Ia pun dinobatkan sebagai lulusan terbaik Magister Ilmu Hukum UNAIR periode Agustus.

“Tentunya berkat doa orang tua, bimbingan dosen, support teman-teman dan LPDP,” ucapnya penuh syukur.

Tak hanya menyelesaikan studi dengan predikat terbaik, selama masa kuliah S2 Dika juga berhasil menulis dan menerbitkan empat artikel ilmiah di jurnal terakreditasi, menunjukkan dedikasinya pada dunia akademik dan hukum.

Kisah Dika menjadi bukti bahwa dengan semangat juang tinggi dan dukungan beasiswa pendidikan, anak dari keluarga sederhana pun bisa menembus batas dan meraih prestasi luar biasa.