YAKUSA.ID – Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman menegaskan bahwa menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar menjalankan tugas mengibarkan Merah Putih.

Hal itu disampaikan Kholilurrahman saat mengukuhkan 74 pelajar Pamekasan sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Pamekasan Tahun 2026 di Pendopo Agung Ronggosukowati, Sabtu (15/8/2026) malam.

Menurutnya, para anggota Paskibraka merupakan simbol keteladanan, disiplin, semangat persatuan, serta kesetiaan kepada bangsa dan negara.

“Bagi kalian, ini bukan hanya tugas. Paskibraka adalah simbol keteladanan, disiplin, semangat persatuan, dan kesetiaan kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Kholilurrahman juga mengingatkan para pelajar tersebut agar mampu menghadapi tantangan zaman, terutama derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang dapat memengaruhi karakter generasi muda.

“Bangsa besar tidak hanya butuh anak pintar. Tapi butuh anak yang punya integritas, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Itu yang kami lihat ada di kalian,” ujarnya.

Ia meminta para Paskibraka tidak berhenti memaknai tugas tersebut hanya pada pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Menurutnya, nilai keberanian, pengorbanan, kesucian, dan keikhlasan yang terkandung dalam simbol Merah Putih harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penghayatan itu jangan berhenti setelah 17 Agustus. Simpan di jiwa, dan tunjukkan lewat sikap setiap hari,” pesannya.

Sebanyak 74 pelajar yang dikukuhkan terdiri dari 35 putri dan 39 putra. Mereka akan bertugas mengibarkan dan menurunkan Bendera Pusaka Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Pamekasan.

Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Sekda, para kepala OPD, serta orang tua anggota Paskibraka.

Kholilurrahman juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan orang tua yang telah mendukung proses pembentukan dan pelatihan para anggota Paskibraka hingga siap menjalankan tugas pada 17 Agustus.