YAKUSA.ID – Dua pemuda asal Kabupaten Sumenep, Madura, menunjukkan kiprah dan jiwa kepemimpinan generasi muda melalui pelaksanaan acara Night of Glory bertajuk Rogzi Mansion” yang dirangkai dengan seremoni Grand Opening RiFa’s Scarf beberapa waktu lalu

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kedua pemuda tersebut adalah Ahmad Fakhir Ayadi, mahasiswa aktif Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dan MH Agiel Taghziyat, mahasiswa aktif Poltekkes Kemenkes Surabaya.

Keduanya dikenal memiliki visi bisnis progresif serta keberanian mengeksekusi ide kreatif di tengah ketatnya persaingan dunia usaha di Kota Surabaya.

Acara yang digelar di Aula Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya itu berlangsung meriah dan mendapat perhatian berbagai kalangan.

Lokasi kegiatan dinilai strategis karena berada di pusat aktivitas pendidikan dan ekonomi Jawa Timur, sekaligus menjadi simbol pembuktian bahwa pemuda daerah mampu bersaing dan berkembang di tanah perantauan.

Konsep acara yang menyerupai mansion dengan nuansa estetik dan berkelas menjadi daya tarik tersendiri.

Sejumlah duta se-Jawa Timur serta influencer muda Surabaya turut hadir dan memberikan apresiasi atas keberanian serta profesionalisme pelaksanaan kegiatan tersebut.

Night of Glory menjadi momentum awal ekspansi RiFa’s Scarf ke pasar yang lebih luas.

Melalui pendekatan kreatif dan kemasan acara yang inovatif, para pendiri menegaskan komitmen untuk menghadirkan produk lokal yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.

Selain sebagai peresmian unit bisnis, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya mematahkan stigma bahwa keterbatasan daerah asal menjadi penghalang kesuksesan.

Para pendiri berharap generasi muda, khususnya dari Madura, memiliki mental kepemimpinan, daya saing tinggi, serta keberanian untuk bermimpi besar.

“Setiap garis memiliki arti, setiap warna membawa pesan. Jangan biarkan mimpimu hanya terpendam dalam diam. Bangkitlah sebagai bukti bahwa usaha terkecilmu hari ini adalah cahaya bagi masa depanmu,” ujar salah satu pendiri RiFa’s Scarf saat penutupan acara.

Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap Night of Glory dapat menjadi wadah positif bagi anak muda di Surabaya untuk mengembangkan potensi diri, berani bermimpi, dan terus berkarya secara berkelanjutan.