YAKUSA.ID – PT BPRS Bhakti Sumekar Sumenep memberikan apresiasi terhadap program Innovative Collaborative Project (ICP) yang diinisiasi Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar mengapresiasi langkah tersebut merupakan gebrakan terkini guna meningkatkan potensi kecakapan kewirausahaan mahasiswa.

Pria murah senyum itu menilai bahwa program itu tidak hanya berorientasi pada teori, melainkan juga berdampak pada pengalaman langsung dalam dunia bisnis.

“Program ini sangat inovatif dan memiliki visi ke depan yang jelas,” ujarnya baru baru ini. Jum’at, 1 Mei 2026.

Ia berpendapat bahwa mahasiswa diberi peluang untuk belajar sekaligus menjalankan usaha secara langsung, sehingga potensi mereka bisa berkembang maksimal.

Adapun pelaksanaan ICP ditandai dengan penyerahan 100 stan toko yang nantinya akan melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa dalam kegiatan usaha berbasis praktik.

Hairil Fajar menuturkan bahwa kehadiran ratusan stan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran, melainkan juga wahana pembelajaran yang efektif dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuan berwirausahanya, tetapi juga ditempa untuk membangun ketangguhan mental, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi yang kian kompleks.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen penuh institusinya dalam mendukung program tersebut, baik melalui penyediaan akses pembiayaan maupun pendampingan usaha yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.

“BPRS Bhakti Sumekar berkomitmen memberikan dukungan optimal,” tegasnya.

Hal itu, kata Hairil Fajar, sejalan dengan BPRS dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda yang sarat dengan semangat inovasi.

Program ICP UNIBA Madura sendiri merupakan manifestasi dari konsep kampus berdampak.

Di mana menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa tidak hanya dalam ranah teoritis di ruang kuliah, tetapi juga dalam praktik langsung pada aktivitas ekonomi riil.(Hn/Sin)