YAKUSA.ID Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Pamekasan menuai keluhan. Salah satu kepala sekolah berinisial MHN menyampaikan keberatan terkait menu yang diterima siswa di sekolahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
IMG-20260215-WA0092
previous arrow
next arrow

Ia menilai kualitas makanan dan kesesuaiannya dengan anggaran perlu dievaluasi secara serius.

MHN mengungkapkan, terdapat tiga poin utama yang menjadi sorotan. Pertama, menu dinilai tidak layak dari sisi kualitas dan kelengkapan gizi.

Menurutnya, komposisi makanan yang diberikan kepada siswa terlihat sangat sederhana dan belum mencerminkan standar makanan bergizi yang semestinya.

Kedua, ia menyoroti adanya susu dalam paket makanan yang diduga melanggar aturan atau tidak sesuai ketentuan teknis program. Ia meminta agar pihak terkait memberikan penjelasan mengenai dasar pemberian susu tersebut.

Ketiga, MHN mempertanyakan kesesuaian harga dengan menu yang diterima selama tiga hari terakhir. Ia menilai jika dihitung secara rinci, nilai makanan yang dibagikan tidak sebanding dengan anggaran yang diinformasikan.

“Kalau dihitung-hitung, sangat tidak sesuai antara harga dan isi menu,” ujarnya.

Diketahui, dapur MBG yang memasok makanan tersebut berada di wilayah Lenteng, Proppo, dan disebut merupakan milik Ali.

Saat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut, Ali belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan.