YAKUSA.ID – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, KH. Kholilurrahman menegaskan pentingnya tradisi khidmat kepada pesantren dan kyai sebagai fondasi utama mahasiswa untuk meraih ilmu yang berkah dan bermanfaat.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Mahasiswa Al Majidiyah (Imamah) Plakpak, Pegantenan, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, khidmat bukan sekadar budaya pesantren, melainkan syarat moral yang membentuk karakter taat, disiplin, dan rendah hati.
“Rasionalisasinya, kalau ke pengasuh saja kita tunduk dan taat, apalagi kepada Allah SWT. Sehingga bisa menanamkan bibit-bibit ketaatan yang baik,” ujar KH. Kholilurrahman.
Ia juga menekankan bahwa organisasi mahasiswa seharusnya menjadi ruang belajar berjuang dan membangun jejaring lintas golongan, bukan tempat mencari keuntungan pribadi.
KH. Kholil mengingatkan, ketika nilai khidmat diterapkan dalam organisasi, kader akan terbentuk menjadi pribadi yang ikhlas dan tidak mudah kecewa karena tidak menggantungkan harapan pada imbalan.
Menurutnya, nilai khidmat kepesantrenan dapat diparalelkan dengan proses kaderisasi organisasi mahasiswa Islam, sehingga lahir branding mahasiswa yang kuat, beradab, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
“Ketika khidmat diaplikasikan dalam berorganisasi, maka dipastikan tidak akan berharap apa-apa dari organisasi tersebut,” pungkasnya. (Hen/Sib)


