YAKUSA.ID — Program Makan Bergizi (MBG) di Kecamatan Ambunten kembali menjadi sorotan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
IMG-20260215-WA0092
previous arrow
next arrow

Seorang wali murid mengeluhkan roti berjamur yang diterima anaknya dari Dapur MBG Yayasan Garuda Jaya. Foto roti tersebut beredar luas di grup orang tua dan memicu kekhawatiran.

Bagi para wali murid, persoalannya bukan soal nilai bantuan, melainkan soal kelayakan makanan yang dikonsumsi anak-anak.

“Tolong hargai anak-anak penerima dengan memberikan makanan yang layak. Saya sebagai ibu tidak pernah memberi makanan seperti itu,” tulis salah satu orang tua pada Selasa, 24 Februari 2026.

Menanggapi hal itu, Kepala SPPG MBG Yayasan Garuda Jaya Ambunten, Hafid, menyampaikan permohonan maaf.

Ia menjelaskan roti dipesan dari pelaku UMKM tanpa bahan pengawet untuk menjaga kualitas kesehatan.

Namun, setelah dikemas dalam totebag dan berselang beberapa jam, sebagian roti disebut ditemukan berjamur.

“Sebagian sudah kami sortir. Atas kejadian ini saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Hafid.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendata serta mengganti roti yang tidak layak konsumsi pada hari yang sama.

Meski demikian, sejumlah wali murid meragukan penjelasan tersebut.

Mereka mempertanyakan kemungkinan roti bisa berjamur hanya dalam waktu beberapa jam setelah pengemasan.

“Kalau hanya beberapa jam, rasanya tidak mungkin langsung berjamur. Kalau sudah mengetahui, kenapa masih diedarkan?, bukankah ini kesengajaan?” pungkasnya.(Hn/Dzul)