YAKUSA.IDSuasana sore di Panti Asuhan Muhammadiyah, Jalan Abd. Azis, Pamekasan, terasa hangat ketika Ansari duduk bersama anak-anak yatim-piatu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
IMG-20260215-WA0092
previous arrow
next arrow

Tidak ada jarak resmi, tidak ada bahasa yang kaku. Ia bercerita, bertanya, bahkan bercanda dengan mereka.

Ansari, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Madura Raya, mengaku sudah sering melewati depan panti tersebut, namun baru kali ini bisa masuk dan berbincang langsung.

“Saya sering lewat sini, tapi belum pernah masuk. Baru sekarang Allah izinkan saya hadir,” ucapnya.

Sebagai putri asli Pamekasan dari Kaduara Barat, ia merasa tidak sedang mengunjungi tempat asing. Ia justru seperti pulang dan bertemu keluarga sendiri. Dalam obrolannya, Ansari banyak berbicara soal mimpi dan masa depan.

Ia menegaskan bahwa kondisi sebagai anak panti bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Menurutnya, siapa pun bisa sukses selama mau berusaha dan berdoa.

“Tidak harus jadi anggota DPR. Jadi dokter, guru, petani, dan nelayan, yang penting bermanfaat. Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat,” pesannya.

Dengan gaya sederhana, ia mengibaratkan doa seperti perjalanan ke Surabaya. Kalau ingin cepat sampai, harus lewat “jalan tol”.

Begitu juga doa, kata dia, akan lebih kuat jika dipanjatkan di sepertiga malam.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan Allah melalui shalat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an. Baginya, itu bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk cinta kepada Sang Pencipta.

Suasana semakin cair ketika Ansari menyapa satu per satu anak-anak, termasuk seorang anak asal NTT yang kini tinggal dan belajar di Pamekasan. Ia memastikan mereka merasa nyaman dan saling menguatkan satu sama lain.

Dalam kunjungan itu, Ansari turut membawa bantuan berupa sembako dari Baznas, mushaf Al-Qur’an serta kurma melalui mitra Komisi VIII dan Kementerian Agama. Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan fasilitasi dari pemerintah melalui tugasnya di DPR RI.

Selain itu, ia juga menyerahkan santunan pribadi untuk kebutuhan anak-anak.
Bagi Ansari, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda, melainkan ruang berbagi dan saling mendoakan. Ia berharap anak-anak di panti terus semangat belajar, memperkuat iman, dan tidak pernah merasa sendirian dalam meraih masa depan.