YAKUSA.IDUniversitas Insan Cita Indonesia (UICI) resmi meraih akreditasi dengan peringkat “Baik” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 76/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2026.

Dalam sertifikat yang diterbitkan BAN-PT disebutkan bahwa UICI telah memenuhi persyaratan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi sesuai standar nasional. Status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 10 Maret 2026 hingga 10 Maret 2031.

Sebelumnya, pada 29 November, UICI menerima kunjungan tim asesor BAN-PT dalam rangka pelaksanaan asesmen lapangan sebagai bagian dari proses penilaian akreditasi perguruan tinggi. Visitasi tersebut menjadi tahapan penting dalam menilai kesiapan institusi dalam memenuhi standar mutu pendidikan tinggi yang ditetapkan.

Tim asesor yang melakukan asesmen lapangan terdiri dari Seger Handoyo, Mite Setiansah, Albertus Joko Santoso, dan Zahrotul Latifah.

Sebelum akreditasi institusi diterbitkan, seluruh program studi di lingkungan UICI juga telah lebih dahulu memperoleh status akreditasi. Hal ini menunjukkan bahwa secara akademik maupun kelembagaan, UICI dinilai telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi.

Rektor UICI, Acep Saefuddin, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam membangun tata kelola pendidikan yang berkualitas.

“Akreditasi ini menjadi pengakuan penting terhadap upaya yang telah dilakukan UICI dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan layanan pendidikan,” ujar Prof. Asep.

Ia menambahkan, sebagai perguruan tinggi berbasis digital, UICI akan terus mengembangkan model pembelajaran yang fleksibel dan inklusif agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah.

“Ke depan, kami menargetkan peningkatan mutu secara berkelanjutan agar UICI dapat meraih peringkat akreditasi yang lebih tinggi dan semakin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia,” kata Prof. Asep. (Din/*)