YAKUSA.IDRektor Universitas Madura, Dr. Ec. Gazali, memaknai Ramadan 1447 Hijriah sebagai bulan suci yang menghadirkan ruang refleksi mendalam bagi setiap insan, khususnya di lingkungan akademik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
IMG-20260215-WA0092
previous arrow
next arrow

Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ibadah ritual, melainkan momentum memperkuat karakter dan integritas diri.

Gazali menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperbaiki kualitas hidup.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan kebahagiaan. Ini kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan ketakwaan,” ujarnya.

Sebagai pimpinan perguruan tinggi, ia menilai nilai-nilai Ramadan sangat relevan dengan dunia pendidikan. Kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang dilatih melalui ibadah puasa harus tercermin dalam aktivitas belajar mengajar maupun tata kelola kampus.

Menurutnya, civitas akademika memiliki peran penting dalam menebarkan semangat kebaikan. Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional. Ramadan menjadi sarana membentuk pribadi yang lebih sabar, empati, dan peduli terhadap sesama.

Gazali juga mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kebersamaan. Ia berharap suasana kampus diisi dengan kegiatan positif yang membangun solidaritas dan semangat berbagi.

“Semoga Ramadan ini membawa kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan bagi kita semua. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai titik awal untuk terus memperbaiki diri,” tuturnya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual adalah fondasi utama dalam mencetak generasi unggul. Dengan semangat Ramadan, ia optimistis lingkungan kampus akan semakin kuat dalam membangun budaya akademik yang berintegritas dan berakhlak.