YAKUSA.ID – Menjelang periode libur Lebaran, intensitas transaksi dan komunikasi digital diprediksi meningkat.

Di tengah situasi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital, khususnya melalui file berformat .APK dari sumber tidak dikenal.

Modus penipuan ini umumnya diawali dengan pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku sebagai perwakilan instansi tertentu.

Pesan tersebut dikemas dengan narasi meyakinkan dan dilengkapi lampiran file .APK, seperti undangan digital, dokumen perpajakan, hingga resi pengiriman paket.

Jika file tersebut diunduh dan diinstal, perangkat pengguna berisiko terinfeksi malware yang dapat mencuri data pribadi, merusak sistem, hingga mengambil alih kendali perangkat tanpa sepengetahuan pemilik.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyatakan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.

“Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian utama,” ujarnya. Rabu, 18 Maret 2026.

BRI mengingatkan nasabah untuk tidak sembarangan mengunduh atau menginstal aplikasi dari sumber tidak tepercaya, serta menghindari penyebaran pesan mencurigakan.(Hn/Dzul)