YAKUSA.ID PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, kembali dinilai sebagai motor penting pemerataan energi nasional. Ekspansi infrastruktur dan distribusi gas bumi yang dilakukan PGN mencerminkan visi kuat untuk menjadikan gas bumi sebagai pilar transisi energi bersih, andal, dan merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini, menyampaikan bahwa lebih dari 830.000 pelanggan kini menikmati layanan gas bumi dari PGN, mencakup pengguna rumah tangga, industri, serta UMKM.

“Kami mengelola sekitar 95 persen infrastruktur hilir gas bumi nasional dan makin memperluas jaringan agar akses energi lebih dekat ke masyarakat,” ujar Ratih.

Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, memberikan apresiasi penuh terhadap langkah ini. “Akses gas bumi yang menyebar hingga pelosok membuktikan PGN hadir sebagai agen keadilan energi. Ini bukan sekadar koneksi pipa—ini soal menghapus kesenjangan energi untuk rakyat kecil,” katanya, Kamis (17/7/2025).

PGN juga sedang mempercepat berbagai proyek strategis, seperti jalur pipa Sumatera–Jawa, rehabilitasi Terminal LNG Arun, revamp FSRU dan tangki, serta pembangunan jaringan pipa Dumai–Sei Mangkei dan Cirebon–Semarang II. Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkokoh backbone distribusi energi gas.

Romadhon menyoroti bahwa PGN tidak hanya bergerak lewat pipa, tapi juga inovatif melalui program beyond pipeline. “Distribusi LNG dan CNG dengan truk ke daerah yang belum tersentuh pipa utama menunjukkan bahwa PGN berpikir inklusif,” katanya menegaskan.

Dalam anggaran 2025, PGN mengalokasikan US$ 338 juta (sekitar Rp 5 triliun) untuk penguatan sektor hilir, dengan 67 persen fokus pada proyek jaringan gas dan fasilitas pendukung. Kebijakan ini diiringi target “Jargas 2025”: menambah 100.000 sambungan rumah tangga, mengurangi konsumsi LPG 3 kg bersubsidi, serta memperluas energi bersih.

Romadhon menegaskan bahwa dna ini harus dipakai untuk membumi—agar manfaatnya nyata di rumah-rumah dan usaha rakyat. Ia juga mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi dan memastikan akses tersebut betul-betul sampai ke tangan mereka.

PGN juga aktif menjalin kontrak jangka panjang untuk pasokan gas, termasuk dengan Inpex Masela dan Mubadala. Ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, demi kepentingan konsumen industri dan rumah tangga.

Di sisi regulasi, PGN bekerja sama erat dengan Kementerian ESDM, SKK Migas, dan BPH Migas, memastikan alokasi gas domestik berjalan lancar dan tarif tetap terkendali. Sinergi ini vital agar ekspansi distribusi tetap terjaga di jalur growth dan fairness.

Romadhon kembali menyoroti strategi ini sebagai langkah tepat menuju energi merata dan berkedaulatan. “PGN sudah memetakan arah yang benar. Sekarang saatnya implementasi mencapai desa-desa, agar visi energi yang adil bukan hanya wacana,” pungkasnya.

Dengan infrastruktur yang terus berkembang, strategi distribusi inovatif, dan kolaborasi kuat publik–pemerintah–BUMN, PGN tampak matang di jalur akselerasi transisi energi. Manuver ini tak hanya menjanjikan pertumbuhan korporat, tapi juga membuka jalan bagi energi bersih dan merata sebagai hak dasar rakyat Indonesia. (YAKUSA.ID-MH)