YAKUSA.ID – Sebanyak 1.384 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Pamekasan resmi dilepas Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman di Masjid Agung Asy-Syuhada, pada Selasa (5/05/2026).

Pelepasan CJH tersebut ditandai dengan penyematan seragam haji 2026 kepada perwakilan CJH.

Dalam penyematan seragam haji oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman disaksikan Kasi Haji Pamekasan Abdul Halim serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pamekasan.

Hadir juga, Anggota Komisi VIII DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura Raya, Hj Ansari, yang juga bakal bertolak ke tanah suci untuk melaksanakan Ibadah Haji tahun ini.

Dalam sambutannya, Bupati bersyukur para CJH yang telah menunggu antrean bertahun-tahun akhirnya bisa berangkat dalam keadaan sehat. Ia menyebut ibadah haji sebagai ujian kesabaran, termasuk sabar menunggu antrean pemberangkatan.

“Dengan adanya pelepasan dan pembekalan hari ini, semoga kita semua memperoleh haji dengan predikat mabrur,” kata Kholilurrahman.

Bupati berpesan agar jemaah meluruskan niat sejak awal dan memanfaatkan waktu di Tanah Suci hanya untuk beribadah sekaligus mengingatkan agar jemaah tidak mengandalkan jabatan, harta, atau status sosial karena semua sama di hadapan Allah.

“Mulai sekarang perbanyak baca selawat. Ketika sampai di Makkah jangan boros tenaga. Dahulukan ibadah fardhu atau rukun daripada sunnah. Jaga kesehatan, tingkatkan kesabaran, dan patuhi aturan haji 2026,” pesannya.

Dan kepada petugas kloter dan tenaga kesehatan, Kholilurrahman juga meminta agar membimbing dan melayani jemaah dengan maksimal selama di Tanah Suci.

Bupati juga menegaskan agar sarana transportasi yang digunakan jemaah benar-benar memenuhi standar kelayakan. Ia meminta pihak terkait bersikap tegas menolak armada bus yang tidak layak demi keselamatan dan kenyamanan jemaah.

“Jika nanti pada hari Minggu bus yang datang tidak layak, harus tegas ditolak. Banyak keluhan sebelumnya yang tidak boleh terulang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim, menyampaikan bahwa dari total 1.384 CJH terdapat ratusan jemaah lanjut usia serta sekitar sepuluh jemaah penyandang disabilitas.

Seluruh jemaah disabilitas dipastikan mendapat pendampingan khusus dari petugas.

“Setiap kloter didampingi empat petugas, terdiri atas ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat kloter. Dari total keseluruhan jemaah terdapat dua orang yang meninggal dunia pada Kloter SUB 73” katanya.

Abdul Halim juga memastikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait kondisi jalur penerbangan yang akan dilalui oleh CJH Indonesia khususnya Pamekasan.

“Penerbangan pesawat yang mengantar para CJH tidak melewati wilayah konflik. Dan alhamdulillah, seluruh penerbangan untuk para CJH Indonesia berada di jalur normal, dari Surabaya menuju Jeddah,” pungkasnya.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, total CJH Pamekasan 1.384 terbagi dalam empat kloter.

Empat kloter itu yaitu kloter 73 sebanyak 309 jemaah, kloter 74 sebanyak 325 jemaah, kloter 75 sebanyak 376 jemaah, dan kloter 76 sebanyak 374 jemaah. Keempat kloter dijadwalkan berangkat pada 10 Mei 2026. (Hen/Sib)