YAKUSA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi isu penyebaran fenomena super flu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemerintah daerah memastikan kondisi kesehatan masyarakat hingga saat ini masih terkendali dan terus dipantau secara intensif melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengatakan kepanikan berlebihan justru dapat berdampak negatif terhadap daya tahan tubuh. Ia meminta masyarakat agar lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi kesehatan.

“Kami meminta warga tidak panik secara berlebihan karena langkah antisipasi sudah kami siapkan di seluruh fasilitas kesehatan,” ujarnya dikutip pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dinkes P2KB Sumenep telah menyiagakan tenaga medis di seluruh puskesmas untuk merespons setiap keluhan kesehatan masyarakat, khususnya yang mengarah pada gejala flu berat.

Selain itu, pemantauan tren kunjungan pasien terus dilakukan guna mendeteksi potensi peningkatan kasus sejak dini.

Menurut Syamsuri, superflu merupakan kondisi infeksi ganda yang memerlukan kewaspadaan, namun tetap dapat dicegah dengan penerapan disiplin protokol kesehatan.

Ia mengimbau masyarakat untuk kembali menggunakan masker di ruang publik serta rutin mencuci tangan.

“Langkah paling utama adalah menjaga pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi seimbang dan istirahat yang cukup menjadi faktor penting dalam menjaga imunitas tubuh.

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga berkomitmen memberikan informasi terbaru secara transparan kepada masyarakat terkait perkembangan situasi kesehatan di daerah.

Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta melaporkan kondisi kesehatan diharapkan dapat membantu mencegah penyebaran penyakit secara lebih luas.(Hanafi/Dzul)