YAKUSA.ID – Puluhan wartawan merasa kecewa atas batalnya kedatangan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto ke Mapolres Sumenep.

Berdasarkan keterangan Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto dijadwalkan menggelar konferensi pers.

Konferensi pers tersebut terkait temuan yang diduga narkotika jenis kokain di Mapolres Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur pada Selasa 14 April 2026.

Informasi awal yang diterima sekitar pukul 08.00 WIB menyebutkan, bahwa Kapolda dijadwalkan hadir untuk memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Adapun, para kuli tinta itu telah datang ke Mapolres Sumenep sejak pukul 09.00 WIB untuk menindaklanjuti informasi agenda konferensi pers.

Namun hingga pukul 13.45 WIB, konferensi pers yang ditunggu-tunggu tidak kunjung digelar tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak kepolisian.

“Kami merasa kecewa dan kena prank, tanpa ada keterangan lebih jelas, menunggu lama agenda konferensi pers, namun ujung- ujungnya tidak ada apa sama sekali di ruangan konferensi pers, ” ujar salah satu wartawan.

Ketua IJTI Korda Madura Raya, Veros Afif, mengatakan saat Kapolda Jatim datang ke Mapolres Sumenep tanpa menyapa wartawan.

Menurutnya, para kuli tinta itu telah menunggu sejak pagi. Ia pun menyayangkan sikap Humas Polres Sumenep yang sebelumnya mengumumkan agenda konferensi pers.

“Kami sangat menyayangkan sikap Humas Polres Sumenep dan Kapolda Jatim. Ini kami diundang, malah digagalkan tanpa kepastian,” kata Veros kepada wartawan.

Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti, menyampaikan permohonan maaf melalui grup WhatsApp Humas Polres Sumenep.

Widiarti mengatakan bahwa Kapolda Jatim harus menghadiri agenda mendadak bersama Wakapolri.

“REKAN REKAN MOHON MAAF ATAS BATALNYA KAPOLDA JATIM UNTUK MELAKSANAKAN KONFERENSI PERS PENEMUAN DUGAAN KOKAIN, KARENA KAPOLDA ADA KEGIATAN DENGAN WAKAPOLRI MENDADAK, MOHON MAAF,” kata Widiarti dalam keterangan tertulisnya.

Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto menyatakan bahwa kedatangan Kapolda Jatim, Nanang Avianto ke Mapolres Sumenep bukan untuk menggelar konferensi pers.

Menurutnya, tujuan Kapolda Jatim, Nanang Avianto adalah untuk kepentingan lain saat kunker ke Kota Keris.

“Ada hal lain terkait pekerjaan,” imbuhnya.

Nanang yang karib disapa mengatakan proses hukum terkait temuan 27,83 kilogram kokain di wilayah Kepulauan Sumenep terus berjalan.

Pihaknya mengaku masih melakukan penyidikan terkait temuan kokain 27,83 kilogram yang berada di Kepulauan Sumenep tersebut.

“Untuk hasilnya nanti akan kami sampaikan pasti ke rekan-rekan media,” ujarnya, menegaskan.

Menurutnya, pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan kandungan zat dalam barang bukti tersebut.

Dengan demikian, informasi yang disampaikan harus akurat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Biar nantinya clear, kami masih menunggu hasil lab agar detail atas temuan tersebut. Kami kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyidikan atas temuan tersebut,” kuncinya.(Hn/Dzul)