YAKUSA.ID Seorang penjual emas emperan berinisial MM diduga menjadi korban penganiayaan oleh sesama penjual emas berinisial MS di depan Toko Emas Surabaya, Jalan Diponegoro, Kecamatan Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (21/2/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
IMG-20260215-WA0092
previous arrow
next arrow

Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan ke RSUD Smart Pamekasan karena mengalami luka di bagian wajah dan rahang.

Anak korban, NJ, menjelaskan peristiwa itu bermula saat ayahnya hendak pulang dari lokasi berjualan dan tidak sengaja mengambil helm milik terduga pelaku. Helm itu dikembalikan lagi kepada yang bersangkutan.

Namun terduga pelaku secara spontan mendatangi korban dalam kondisi marah dan langsung melontarkan pertanyaan tanpa memberi kesempatan kepada korban untuk memberikan penjelasan. Situasi tersebut kemudian berujung pada tindakan kekerasan, di mana terduga pelaku diduga langsung memukul korban.

“MS memanggil bapak saya (MM), dan langsung memukulnya beberapa kali menggunakan helm yang mengenai dagu sebelah kanan bapak,” kata NJ kepada yakusa.id, Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan, akibat pemukulan tersebut korban mengalami luka cukup serius. “Kejadian ini mengakibatkan dagu bapak mengalami robek dan harus dijahit, serta rahang bagian kanannya retak,” imbuhnya.

NJ menyebutkan, pihak keluarga telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Pamekasan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Yolies Yongki Nata, meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut karena menurutnya unsur alat bukti telah terpenuhi.

“Tidak ada alasan bagi Polres Pamekasan untuk tidak menangkap pelaku, sebab, dua unsur alat bukti sudah terpenuhi, yakni rekaman video CCTV, dan korban sendiri sebagai saksi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung penanganan kasus penganiayaan lain yang dinilai berlangsung cepat.

“Kasusnya sama, penganiayaan. Kenapa kasus yang menimpa klien kami ini, sudah tiga hari dari adanya laporan, pelaku masih tidak ditangkap? Ada apa?,” terangnya.

Pihak kuasa hukum meminta kepolisian segera meringkus terduga pelaku guna mencegah potensi persoalan lebih lanjut, mengingat korban dan terduga pelaku diketahui merupakan tetangga.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto membenarkan soal laporan dugaan penganiayaan itu. Yoyok juga menyebut saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan.

“Iya benar, sedang kami selidiki,” ujar Yoyok saat dikonfirmasi Yakusa.id. (Sib/Din)