YAKUSA.ID – Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Pemuda Peduli Desa menggelar aksi demonstrasi di Mapolresta Sumenep, Jumat 2 Oktober 2026.

Mereka mempertanyakan perkembangan penanganan kasus penebangan pohon siwalan milik Mahyuni.

Dalam aksinya, massa mendesak aparat kepolisian segera menindaklanjuti perkara tersebut secara profesional dan transparan.

Mereka juga meminta polisi memeriksa Asmawi, yang oleh massa disebut memiliki keterkaitan dengan penebangan pohon siwalan tersebut.

Koordinator aksi, Subaydi mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan audiensi dengan Polresta Sumenep.

Namun, menurut dia, belum ada perkembangan signifikan yang diketahui pihaknya.

“Kami sudah berkali-kali audiensi, tapi tidak ada perkembangan signifikan. Padahal perkara ini sangat sederhana, penebangan pohon siwalan. Kenapa terkesan dipersulit?” ujar Subaydi dalam orasinya.

Ia mengatakan persoalan tersebut telah bergulir sejak Maret dan mulai mendapat pendampingan atau perhatian lebih lanjut pada April.

Menurut Subaydi, pohon siwalan yang ditebang merupakan sumber penghasilan bagi keluarga Mahyuni.

Karena itu, ia menilai perkara tersebut berdampak terhadap kondisi ekonomi korban.

“Ibu Mahyuni adalah korban, baik materiel maupun nonmateriel. Pohon itu adalah nyawa bagi keluarganya,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyinggung nama Asmawi.

Subaydi menyebut nama tersebut muncul dalam keterangan sejumlah saksi yang diperiksa dalam perkara itu.

Massa kemudian meminta kepolisian mendalami seluruh keterangan dan bukti yang telah diperoleh penyidik.

“Kami berharap penyidik segera menetapkan tersangka jika memang berdasarkan alat bukti telah memenuhi ketentuan hukum,” ujarnya.

Pemuda Peduli Desa meminta Polresta Sumenep memberikan kepastian mengenai perkembangan penyelidikan atau penyidikan perkara tersebut.

Mereka juga meminta agar proses hukum dilakukan secara terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.

Yakusa.id mencoba mengkonfirmasi, namun belum ada keterangan resmi dari Polresta Sumenep mengenai perkembangan kasus penebangan pohon siwalan tersebut maupun mengenai tudingan massa terhadap Asmawi.