YAKUSA.ID — Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Madura yang tengah menempuh program magang di Kantor Urusan Agama (KUA) Palengaan terlibat langsung dalam agenda Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Kegiatan penyuluhan tersebut diselenggarakan di Balai Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, pada Kamis (1/10/2026).
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Moh. Rifqy Masyhury, Usman Maulana, dan Husnol Khotimah.
Dalam aksi lapangan ini, mereka berkolaborasi secara interaktif dengan Penyuluh Agama Islam KUA Palengaan serta rekan-rekan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk mendampingi para peserta usia produktif.
Program BRUN ini digelar sebagai bentuk pembinaan preventif bagi generasi muda agar memiliki kematangan yang matang sebelum memutuskan untuk berumah tangga.
Para peserta dibekali wawasan komprehensif mulai dari kesiapan aspek keagamaan, kemandirian mental, adaptasi sosial, hingga pembagian tanggung jawab domestik yang nyata.
Selama forum berlangsung, Penyuluh Agama Islam KUA Palengaan bertindak sebagai pemateri utama.
Melalui pembinaan bertahap, para remaja diarahkan agar tidak buta terhadap realitas pernikahan dan cakap dalam memitigasi potensi konflik keluarga di masa depan.
Kehadiran elemen IPNU dalam ruang edukasi ini dinilai memberikan atmosfer segar, karena mampu menjembatani materi formal KUA ke dalam bahasa yang lebih adaptif bagi psikologis remaja setempat.
Bagi Moh. Rifqy Masyhury dan rekan-rekannya, keterlibatan aktif ini menjadi portofolio lapangan yang sangat berharga selama magang.
Mereka berkesempatan menyaksikan dan mempraktikkan langsung bagaimana fungsi KUA bertransformasi di luar urusan administratif pernikahan, yakni sebagai instrumen pembina kesejahteraan masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta foto bersama antara seluruh peserta remaja Desa Banyupelle, penyuluh fungsional KUA, pengurus IPNU, dan tim mahasiswa magang UIN Madura.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat terus bergulir demi mencetak generasi muda Madura yang siap membangun keluarga secara bertanggung jawab.






