YAKUSA.ID — Bantuan untuk tempat ngaji di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, disambut hangat oleh para pengasuh musala dan guru ngaji.

Dalam kunjungan reses Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj Ibu Ansari, Sabtu (25/4/2026), sedikitnya empat musala menerima bantuan untuk mendukung kegiatan belajar mengaji.

Bagi para pengasuh, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan fisik, tetapi juga bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di tingkat bawah.

Pengasuh Musala Al-Abror, Desa Murtajih, Ustaz Nurul Fajar, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia menyebut bantuan itu sangat berarti bagi para santri di musalanya.

“Semoga bantuan dari Ibu Ansari ini bermanfaat bagi para santri dan membawa kemajuan untuk musala kami,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Ustadzah Sukiyah, guru ngaji di Dusun Soloh Laok. Selama tujuh tahun, ia mengajar 18 anak di rumahnya yang digunakan sebagai tempat mengaji karena belum memiliki musala.

Menurutnya, bantuan Al-Qur’an yang diterima sangat membantu proses belajar anak-anak.

“Terima kasih banyak, semoga barokah dan dibalas kebaikan yang lebih,” ucapnya.

Ia menambahkan, kehadiran Al-Qur’an baru membuat anak-anak lebih semangat mengikuti kegiatan mengaji.

Sementara itu, di Musala Assasul Ulum, Dusun Jumiang, Desa Tanjung, guru ngaji Nur Faizah juga menyampaikan rasa syukur. Ia mengatakan bantuan Al-Qur’an sangat dibutuhkan karena sebagian kitab lama sudah rusak, sementara jumlah santri mencapai 21 orang.

“Alhamdulillah, anak-anak sekarang bisa menggunakan Al-Qur’an yang baru. Anak-anak pasti lebih semangat ngajinya,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Hj Ibu Ansari menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an yang merupakan dukungan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, serta bantuan lain seperti pengeras suara (toa), perlengkapan ibadah, sembako, dan uang tunai.

Kunjungan itu juga didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, H. Taufadi, yang turut memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Hj Ibu Ansari menegaskan, dukungan terhadap kegiatan mengaji tidak harus menunggu adanya bangunan fisik yang memadai.

“Yang penting ada yang mengajar dan ada yang belajar. Karena itu kami hadir memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, H. Taufadi, menambahkan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan target sekitar 25 musala di wilayah Pamekasan.

“Kami berharap bantuan ini bermanfaat bagi para pengasuh, guru ngaji, dan santri,” pungkasnya.