YAKUSA.ID – Organisasi Pelajar Harian (OPH) SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah dan Panti Asuhan Al Istiqomah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebagian pengurus OPH sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ach Jazuli, mengatakan bahwa bakti sosial merupakan program rutin bulanan yang bertujuan membentuk karakter siswa agar memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk melatih rasa kepedulian antar sesama, kemudian sebagai salah satu wujud nilai pengabdian teman-teman OPH kepada masyarakat,” katanya.

“Hal ini tentu tidak hanya kami lakukan sekali saja, melainkan sebagai kegiatan rutin bulanan. Dengan kegiatan bakti sosial semacam ini, teman-teman OPH bisa merasakan langsung tentang rasa dan indahnya berbagi antar sesama. Dana bakti sosial ini berasal dari kas OPH dan para donatur,” tambah Ach Jazuli.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk belajar secara langsung mengenai pentingnya berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial sejak dini.

Sementara itu, Kepala SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep, Muhlisari, mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial tersebut.

Menurutnya, sekolah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif yang mampu membentuk karakter peserta didik.

“Saya sangat berharap kegiatan ini terus berlanjut dan bergilir secara estafet. Selain memang melatih siswa agar bisa mengambil hikmah dari rasa peduli dan berbagi, bakti sosial ini juga bisa menjalin silaturahmi antara sekolah dan masyarakat sekitar,” lanjutnya.

“Sekolah akan terus mendukung dan mensupport kegiatan positif semacam ini,” kata Muhlisari.

Melalui kegiatan tersebut, SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep berharap budaya berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di kalangan siswa.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan menjadi tradisi yang berkelanjutan dalam membangun hubungan harmonis antara sekolah dan masyarakat.