YAKUSA.ID – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Ngaji Turats bersama keluarga besar Ikatan Keluarga Besar Alumni Al-Amien Prenduan (IKBAL) Korda Pamekasan di kediaman Hj. Ansari.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga mempererat silaturahmi antara para sesepuh, pengurus, alumni, dan abituren Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep.

Hj. Ansari, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura), sekaligus Pembina IKBAL Korda Pamekasan dan IKBAL Bakorda Pamekasan, menyambut kehadiran para peserta dengan penuh keakraban.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada para sesepuh, pengurus IKBAL, serta seluruh peserta yang tetap bersemangat hadir meski cuaca cukup panas.

Ia berharap, langkah dan niat para peserta untuk menghadiri kajian tersebut mendapat nilai kebaikan di sisi Allah SWT.

Hj. Ansari juga mengajak keluarga besar IKBAL untuk terus menjaga semangat belajar dan mengambil hikmah dari ilmu yang disampaikan para kiai.

Menurutnya, tradisi mengaji kitab turats merupakan bagian penting dari kehidupan pesantren yang perlu terus dirawat, termasuk melalui pertemuan dan kebersamaan para alumni.

Rumah Aspirasi dan Kepedulian terhadap Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Hj. Ansari turut menjelaskan bahwa kediamannya tidak sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi juga terbuka sebagai ruang aspirasi dan kegiatan masyarakat.

Ia menyinggung sejumlah kegiatan yang direncanakan maupun diperjuangkan untuk masyarakat, termasuk sosialisasi terkait Kementerian Haji dan Umrah serta upaya mendorong dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan bantuan.

Ia menyampaikan bahwa usulan bantuan bagi pelaku UMKM yang kurang mampu telah mendapatkan persetujuan. Namun, rincian program, penerima, dan bentuk bantuannya perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

Kepedulian terhadap UMKM juga tampak dalam pelaksanaan kegiatan Ngaji Turats tersebut. Sejumlah pedagang lokal, termasuk penjual bakso dan mi ayam, dilibatkan untuk menyediakan konsumsi bagi peserta.

Langkah itu menjadi salah satu cara agar kegiatan bersama tidak hanya mempertemukan masyarakat, tetapi juga memberi ruang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar.

Hj. Ansari menjelaskan bahwa pelibatan pedagang bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, melainkan bagian dari upaya mendukung UMKM lokal.

Dorong Akses Pendidikan bagi Siswa Madrasah

Selain membahas pemberdayaan ekonomi, Hj. Ansari juga menyampaikan informasi mengenai Program Indonesia Pintar (PIP), khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan di lembaga di bawah Kementerian Agama.

Ia mendorong peserta yang memiliki atau mengelola madrasah agar memperhatikan siswa yang memenuhi kriteria penerima bantuan dan berkoordinasi melalui tenaga ahlinya.

Dalam penjelasannya, Hj. Ansari menyebut bahwa sasaran program perlu memperhatikan kondisi sosial ekonomi keluarga. Karena itu, akses bantuan pendidikan diharapkan dapat menjangkau siswa yang membutuhkan, bukan hanya mereka yang memiliki prestasi akademik tinggi.

Ia juga menyampaikan angka kuota PIP yang menjadi kewenangannya. Angka tersebut perlu diverifikasi melalui data resmi sebelum dijadikan angka statistik dalam pemberitaan.

Menjaga Tradisi Pesantren dan Kebersamaan

Kegiatan Ngaji Turats bersama IKBAL Korda Pamekasan memperlihatkan bahwa kebersamaan alumni pesantren dapat terjalin melalui berbagai ruang, mulai dari kajian kitab hingga kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Bagi Hj. Ansari, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyambut keluarga besar IKBAL sekaligus memperkuat hubungan yang telah terbangun melalui ikatan alumni dan tradisi keilmuan pesantren.

Melalui kegiatan semacam ini, silaturahmi, semangat belajar, kepedulian terhadap UMKM, dan perhatian pada pendidikan dapat berjalan beriringan.

Pertemuan ditutup dengan suasana kekeluargaan, membawa harapan agar tradisi mengaji dan kebersamaan keluarga besar IKBAL terus terpelihara.