Oleh: Musthofa Khairurrahman
Universitas Trunojoyo Madura (UTM), kampus sembilan besar se-Jawa Timur, ternyata belum menjamin keamanan di sekitarnya. Perkembangan ruang intelektual di Bangkalan justru dibarengi maraknya kriminalitas.
Pembegalan terjadi di Dusun Candi, Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Selasa (20/10/26). Kini, kejadian itu kembali berulang.
Pembegalan kembali terjadi di jalan raya Kecamatan Socah, sekitar makam Cina. Seorang mahasiswi mengaku dibegal tepat pukul 00.15.
Dalam video berdurasi 27 detik, seorang mahasiswi tampak hampir menjadi korban pembegalan di lokasi tersebut. Temannya menjelaskan dalam video bahwa mereka dari Mie Gacoan, Kota Bangkalan, menuju kos mereka di Desa Telang.
UTM, Pusat Intelektual di Dalam Jeruji Besi
Dalam lima tahun terakhir, UTM berkembang pesat, baik dari sisi kapasitas kampus maupun prestasi mahasiswa. Namun, kemajuan itu belum mampu menekan kriminalitas yang kini menjadi perbincangan umum di kalangan mahasiswa dan warga pendatang.
Jika terus berulang, kemajuan UTM bisa sia-sia bagi calon mahasiswa. Kampus unggul dengan profesor dan dosen cerdas tidak berarti jika mahasiswanya terus dihantui rasa cemas dan takut menjadi korban kejahatan.
Karena itu, wajar bila muncul anggapan bahwa UTM adalah “pusat intelektual di dalam jeruji besi”. Pasalnya, seluruh akses dari Telang ke berbagai arah berstatus rawan:
* Arah Kota Bangkalan: Kecamatan Socah, terutama sekitar makam Cina dan kawasan tambak yang kerap menjadi lokasi pembegalan.
* Arah Kota Surabaya melalui Kecamatan Kamal: kawasan kebun yang juga sering terjadi pembegalan.
* Arah Kota Surabaya atau Kabupaten Sampang lewat timur kampus: Desa Candi hingga Kecamatan Labang, yang kerawanannya sudah menjadi perbincangan umum.
*Pos dan Patroli Polisi Harus Diperketat*
Aksi kriminal tersebut sejatinya dapat ditekan oleh kepolisian.
Namun, sepanjang Kecamatan Labang hingga UTM hanya terdapat dua pos polisi.
Kepolisian perlu menambah jumlah pos guna mempersempit ruang gerak pelaku.
Patroli pun harus dilakukan sungguh-sungguh, bukan sekadar formalitas untuk menggugurkan kewajiban.
Selain itu, seluruh akses masuk UTM perlu mendapat perlindungan khusus agar bibit kriminalitas dapat dieliminasi.






