YAKUSA.ID – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menanam 1.500 bibit mangrove di kawasan Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Jumat 28 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep” tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Pemkab Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, serta Haswal Group.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Agus Dwi Saputra menyampaikan apresiasi atas kepedulian JMSI terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir.
Menurut Agus, keterlibatan media dalam menjaga lingkungan merupakan langkah positif. Peran media, kata dia, tidak hanya menyampaikan informasi dan memberikan kritik kepada pemerintah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
“Teman-teman media ini luar biasa. Tidak hanya mengedukasi dan memberikan koreksi, tetapi sekarang memberikan contoh bahwa lingkungan ini sangat penting,” kata Agus.
Ia menilai penanaman mangrove merupakan bentuk investasi untuk masa depan. Manfaat tanaman mangrove, lanjutnya, memang tidak dapat langsung dirasakan, tetapi akan memberikan dampak dalam beberapa tahun mendatang.
Meski demikian, Agus mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses penanaman. Bibit yang telah ditanam perlu dirawat dan dipantau secara berkala untuk memastikan pertumbuhannya.
“Menanam itu gampang, tetapi memelihara itu yang sulit,” ujarnya.
Agus berharap 1.500 bibit mangrove yang ditanam JMSI dapat terus dipantau. Pemantauan tersebut penting untuk mengetahui jumlah bibit yang tumbuh maupun yang tidak mampu bertahan.
Selain itu, ia mendorong insan media untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Jangan hanya muncul saat ada kegiatan. Terus edukasi masyarakat bahwa lingkungan ini sangat berarti bagi kita,” katanya.
Agus menegaskan, upaya menjaga lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, komunitas, dunia usaha, maupun media memiliki peran yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Jangan menunggu pemerintah. Kalau gerakan ini dimulai dari masyarakat, pemerintah tentu akan melihat dan memberikan perhatian,” pungkasnya.



