Warga Keluhkan Dampak Lingkungan PKS PTPN IV, Manajemen Janji Gelar Rapat Koordinasi

YAKUSA .ID – Ratusan warga Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, menggelar demonstrasi di depan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Regional 2 Sawit Seberang.

Mereka mempersoalkan sejumlah dampak lingkungan yang disebut dirasakan masyarakat dan mendesak perusahaan memindahkan waduk atau kolam penampungan limbah yang berada di dekat permukiman.

Aksi sempat berlangsung tegang setelah massa menunggu hampir satu jam karena pihak manajemen perusahaan belum menemui mereka. Kekecewaan warga kemudian diluapkan dengan menggelar aksi di badan jalan raya hingga sempat mengganggu arus lalu lintas.

Dalam orasinya, massa menyoroti sejumlah persoalan yang mereka kaitkan dengan aktivitas operasional PKS dan kawasan perkebunan PTPN IV Regional 2. Salah satu persoalan utama yang disampaikan adalah keberadaan kolam limbah yang dinilai terlalu dekat dengan rumah warga.

“Jarak kolam limbah ke pemukiman warga ini cuma sekitar 60 meter. Padahal kalau merujuk aturan seperti Permenperin Nomor 35 Tahun 2010, jarak ideal industri ke pemukiman itu minimal 2 kilometer,” kata salah seorang orator.

Warga juga menyampaikan keluhan terkait kualitas udara, dugaan pembuangan limbah cair ke aliran sungai, serta ancaman banjir yang disebut berasal dari aliran air kawasan perkebunan saat hujan.

“Kami minta seluruh persoalan ini diselesaikan, terutama pemindahan waduk limbah,” tegasnya.

Setelah massa bertahan di badan jalan, Manajer PKS PTPN IV Regional 2 Sawit Seberang akhirnya menemui para demonstran. Dalam pertemuan tersebut, manajemen menyatakan akan menampung aspirasi warga dan membahas persoalan tersebut melalui forum koordinasi bersama pihak terkait.

“Kami menyerap seluruh aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Pihak manajemen berjanji akan menggelar rapat koordinasi bersama perwakilan masyarakat, pemerintah setempat, serta jajaran Forkopimcam yang dijadwalkan pada Kamis, 24 September 2026,” kata Manajer PKS PTPN IV di hadapan warga.

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka meminta manajemen bertanggung jawab atas dugaan pencemaran lingkungan yang mereka kaitkan dengan aktivitas operasional PKS serta menghentikan segala bentuk pencemaran.

Warga juga mendesak dilaksanakan audit dan pengujian laboratorium secara transparan terhadap limbah cair, kualitas air, tanah, dan udara di sekitar permukiman. Hasil pemeriksaan tersebut diminta dibuka kepada masyarakat.

Selain itu, massa meminta manajemen segera mengambil langkah nyata terhadap keresahan warga dan tidak mengabaikan persoalan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat.

Tuntutan lainnya adalah pemindahan waduk atau kolam limbah yang lokasinya dinilai terlalu dekat dengan permukiman dan berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat sekitar.

Warga juga menyatakan akan kembali menggelar aksi apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.

Setelah mendapat komitmen dari manajemen untuk menggelar rapat koordinasi pada Kamis, 24 September 2026, massa kemudian membubarkan diri secara tertib.

Warga menyatakan akan mengawal pertemuan tersebut dan menunggu langkah konkret perusahaan terkait persoalan waduk limbah, kualitas lingkungan, polusi udara, serta berbagai keluhan lainnya.