YAKUSA.ID – Ahmad Zulfikar mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dalam kegiatan Temu Gagasan sekaligus peluncuran buku HMI Evidence: Jangan Bicara HMI Tanpa Bukti di Ri Boritta Cafe, Makassar, Jumat (9/10/2026)
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan kader HMI, alumni, dan tokoh pemuda. Forum itu menjadi ruang diskusi mengenai arah pembaruan organisasi serta penguatan peran HMI di tengah dinamika zaman.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Zulfikar memperkenalkan gagasan transformasi HMI berbasis bukti. Gagasan itu menekankan pentingnya penggunaan data, rekam jejak, dan kerja nyata sebagai landasan dalam menjalankan peran organisasi.
Melalui buku HMI Evidence: Jangan Bicara HMI Tanpa Bukti, Ahmad menyoroti pentingnya membangun tradisi intelektual yang tidak berhenti pada wacana, tetapi juga menghasilkan kerja terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“HMI harus kembali pada khitah perjuangannya yang berbasis ilmu, data, dan kerja terukur. Kita tidak bisa lagi membawa organisasi besar ini hanya dengan wacana tanpa bukti konkret di lapangan,” ujar Ahmad saat memaparkan bukunya.
Ia mengatakan, buku tersebut merupakan bentuk otokritik sekaligus upaya mendorong kader HMI agar memperkuat independensi, daya kritis, dan orientasi kerja organisasi.
Menurut dia, keberadaan HMI perlu ditunjukkan melalui kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. Karena itu, gagasan dan program organisasi harus dapat diukur serta dibuktikan melalui pelaksanaan di lapangan.
“HMI Evidence adalah komitmen kita untuk membuktikan keberadaan dan kemanfaatan HMI bagi umat dan bangsa,” katanya.
Deklarasi pencalonan Ahmad Zulfikar sebagai Ketua Umum PB HMI menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Ia mengusung transformasi organisasi berbasis bukti sebagai gagasan yang ditawarkan untuk mendorong pembaruan HMI.
Gagasan itu juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai tantangan organisasi mahasiswa Islam dalam merespons perubahan sosial dan perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta. Forum tersebut membahas sejumlah gagasan mengenai penguatan tradisi intelektual, independensi organisasi, serta kontribusi HMI dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.






