YAKUSA.ID – Tradisi bakar sate daging qurban masih menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari perayaan Iduladha di berbagai daerah.
Selain menghadirkan suasana santai, kegiatan sederhana itu juga menjadi ruang mempererat kebersamaan dan menjaga hubungan sosial.
Momentum tersebut terlihat dalam kegiatan bakar sate yang digelar pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) PD Pamekasan di kediaman salah satu pengurus DPD IWO Pamekasan, Al Wafa, Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan.
Sejumlah anggota IWO tampak berkumpul sambil membakar sate di atas tungku arang sederhana. Suasana malam yang hangat dipenuhi obrolan ringan dan canda antaranggota di sela proses memanggang daging qurban.
Bagi IWO Pamekasan, kegiatan tersebut bukan sekadar menikmati hidangan Iduladha, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas organisasi di tengah rutinitas kerja jurnalistik yang padat.
Al Wafa mengatakan, tradisi berkumpul saat Iduladha memiliki makna penting karena mampu menjaga hubungan antarsesama tetap hangat.
“Bakar sate bersama seperti ini sederhana, tetapi nilai kebersamaannya yang terasa. Ada komunikasi, kekompakan, dan rasa syukur yang tumbuh bersama,” ujarnya.
Ketua IWO PD Pamekasan, Dyah Heny Andrianty, menilai kegiatan seperti itu penting dipertahankan sebagai bagian dari budaya organisasi yang mengedepankan kekeluargaan.
Menurutnya, hubungan yang terjalin baik di luar aktivitas formal dapat memperkuat kerja sama dan solidaritas antaranggota.
“Kadang kebersamaan justru tumbuh dari hal-hal sederhana seperti ini. Bukan soal acaranya besar atau kecil, tetapi bagaimana komunikasi dan kekompakan tetap terjaga,” pungkasnya.



