YAKUSA.ID – Rangkaian kegiatan MAFIA FEST yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) Universitas Madura (UNIRA) berkolaborasi dengan PT Jawara Internasional Djaya resmi berakhir, Selasa (27/10/2026).
Penutupan berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 Universitas Madura, Pamekasan, sekaligus menjadi momentum pemberian penghargaan (awarding) kepada para pemenang lomba.
MAFIA FEST menghadirkan enam agenda utama, yakni Sarasehan Nasional, Kemah Bakti Mahasiswa, Lomba Orasi Mahasiswa Tingkat Nasional, Lomba Orasi SMA sederajat se-Jawa Timur, turnamen Mobile Legends, dan Simposium Nasional.
Gubernur BEM FIA UNIRA, Moh. Rianto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan berbagai potensi generasi muda dalam satu ruang kolaborasi, mulai dari pengembangan intelektual, kepedulian sosial, hingga kreativitas.
“MAFIA FEST bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang bagi generasi muda untuk berproses, menyampaikan gagasan, membangun solidaritas, dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Rianto.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mengambil peran lebih luas, tidak hanya melalui aktivitas akademik, tetapi juga dengan terlibat langsung dalam persoalan sosial di tengah masyarakat.
Melalui Kemah Bakti Mahasiswa, misalnya, peserta didorong membangun kepedulian sosial dan semangat pengabdian. Sementara kompetisi orasi menjadi sarana bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengasah keberanian menyampaikan gagasan secara kritis dan argumentatif.
Adapun Sarasehan Nasional dan Simposium Nasional dihadirkan sebagai ruang pertukaran pemikiran mengenai persoalan sosial, pendidikan, dan kebangsaan. Turnamen Mobile Legends turut melengkapi kegiatan dengan mengakomodasi minat generasi muda di bidang esports.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya aktif di lingkungan kampus, tetapi juga mampu melahirkan gagasan, membangun jejaring, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa,” tegas Rianto.
Sementara itu, Owner PT Jawara Internasional Djaya, Mursuto Alfianto, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam MAFIA FEST merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa dan pelajar.
Ia menilai generasi muda membutuhkan ruang yang memungkinkan mereka belajar, berkompetisi, membangun relasi, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
“Kami berharap MAFIA FEST dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis,” ungkap Mursuto.
Lebih jauh, ia berharap kemitraan antara dunia usaha dan organisasi mahasiswa tidak berhenti setelah berakhirnya kegiatan tersebut.
“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan. Kami ingin generasi muda terus berani berinovasi, memiliki semangat juang, dan mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Penutupan MAFIA FEST yang ditandai dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan kolaboratif tersebut.
BEM FIA UNIRA berharap pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi bekal untuk terus berkarya, mengembangkan gagasan, dan mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial.
Kolaborasi dengan PT Jawara Internasional Djaya juga diharapkan membuka peluang kemitraan berkelanjutan antara mahasiswa dan dunia usaha dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda.






