YAKUSA.ID – Ketua Umum Jaringan Santri Nusantara (JSN), Mochammad Thoha, mengapresiasi keputusan Bupati Jember Muhammad Fawait yang memilih tidak menaikkan pajak daerah meski pemerintah pusat memangkas dana transfer mencapai Rp 270 miliar.
Menurut Thoha, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan Fawait kepada masyarakat Jember.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tidak menaikkan tarif pajak dilakukan Fawait meskipun pemerintah daerah harus mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan menembus Rp 1,367 triliun.
“Patut diapresiasi langkah gus Fawait ini karena dia berpihak pada rakyat dan tidak mau membebani rakyat. Kalau beliau tidak mikirin rakyat naikkan pajak dan pangkas TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai),” ujarnya, (18/11/2025).
“Artinya, meski mengejar target PAD 2026 yang diproyeksikan 1,367 triliun tapi dia tak mengambil opsi menaikkan pajak. Padahal dana transfer daerah dipangkas mencapai 270 milyar,” imbuhnya.
Thoha menilai, keputusan tersebut sejalan dengan komitmen Fawait yang selalu hadir menawarkan solusi tanpa menambah beban masyarakat.
Menurutnya, Bupati Fawait justru memilih optimalisasi pendapatan dan menutup kebocoran pajak dibanding mengambil opsi kenaikan tarif.
“Gus Fawait justru lebih memilih opsi melakukan optimalisasi dan menambal kebocoran pajak ketimbang menaikkan pajak, ini luar biasa beliau selalu hadir dengan membawa solusi sehingga tidak membebani rakyat, bahkan dia memilih berinovasi dengan mendatangkan program-program dari pusat,” ungkapnya.
Alumnus FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta itu menambahkan bahwa tidak mudah bagi kepala daerah untuk tidak menaikkan pajak di tengah kebijakan efisiensi fiskal dan defisit anggaran. Namun, Fawait disebut tetap konsisten menjaga keberpihakan pada masyarakat.
“Jember di bawah kepemimpinan gus Fawait ini hebat luar biasa, kita punya harapan pada beliau. Bayangkan saja kabupaten lain sibuk menaikkan pajak untuk memenuhi PAD, Jember justru memilih opsi lain padahal proyeksi PAD Jember Rp 1,367 triliun sementara defisit anggaran sekitar 182 milyar. Artinya beliau betul-betul berkomitmen berpihak pada rakyat,” ucap Mochammad Thoha.
Karena itu, Thoha mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai program dan kebijakan Fawait yang fokus pada kesejahteraan warga Jember.
“Komitmen gus bupati jelas bahwa yang menjadi prioritas adalah mengentaskan kemiskinan, perlindungan sosial, birokrasi yang profesional dan humanis, infrastruktur yang berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Semuanya untuk rakyat berorientasi pada kesejahteraan rakyat sehingga harus kita support dan dukung penuh,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam penyampaian Nota Rancangan APBD 2026 di DPRD Jember (10/11), Bupati Fawait memproyeksikan PAD sebesar Rp 1,367 triliun dari total APBD Jember lebih dari Rp 4,3 triliun. Pendapatan tersebut bersumber dari PAD sekitar Rp 1,36 triliun dan dana transfer pusat lebih dari Rp 3 triliun.


