YAKUSA.ID — Organisasi Pelajar Hidayatullah (OPH) SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep menggelar Festival Bulan Bahasa dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diisi dengan pameran karya kreatif siswa, pertunjukan seni, serta kegiatan membaca buku bersama.
Festival yang berlangsung selama setengah hari itu diikuti siswa dan dewan guru.
Beragam karya ditampilkan, mulai dari seni lukis, karya tulis, kerajinan tangan, pertunjukan teater, hingga seni tarik suara.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi dan semangat persatuan di lingkungan sekolah.
Ketua OPH, Keano, mengatakan Festival Bulan Bahasa merupakan program yang telah dirancang sejak awal tahun.
Selain menjadi agenda organisasi, kata dia lebih lanjut, kegiatan itu juga ditujukan untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan kreativitas dan meningkatkan minat baca.
“Selain memang program yang sudah kami rancang di awal tahun, kegiatan ini juga menjadi media ajang kreativitas lewat pameran karya serta menanamkan minat baca teman-teman siswa,” ungkap Keano.
Melalui pameran tersebut, para siswa berkesempatan memperlihatkan potensi dan kemampuan mereka dalam bidang seni maupun literasi.
Kegiatan membaca buku bersama juga menjadi bagian dari festival untuk membangun kebiasaan membaca dan memperluas wawasan siswa.
Kepala SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep, Muhlisari, mengatakan momentum Bulan Bahasa yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda perlu dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.
Ia mengajak para siswa meneladani semangat Sumpah Pemuda dengan membangun hubungan yang harmonis, saling mendukung dalam meraih prestasi, serta menghargai satu sama lain.
“Saya berharap di momentum Sumpah Pemuda ini dan bertepatan di Bulan Bahasa, seluruh siswa mampu mengambil hikmah dari peristiwa Sumpah Pemuda, yakni menjaga kesatuan dan persatuan, tidak memecah belah, tentunya dengan terus melakukan kolaborasi aktif antarsesama, saling mendukung dalam prestasi, saling bahu-membahu dalam kegiatan, serta tidak boleh merendahkan satu sama lain,” ungkapnya.
Muhlisari juga menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan menulis secara berkelanjutan.
Ia menyoroti keberadaan Buletin Excellent yang diprakarsai ekstrakurikuler Talent Casting sebagai wadah pengembangan kreativitas jurnalistik siswa.
Menurutnya, buletin tersebut berpotensi menjadi sarana bagi siswa untuk menyampaikan gagasan dan menyebarkan informasi yang bermanfaat.
Ia berharap rubrik-rubrik yang tersedia terus dikembangkan agar publikasinya dapat menjangkau masyarakat di luar lingkungan sekolah.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ach Jazuli, mengajak seluruh warga sekolah menjadikan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum refleksi untuk membangun generasi muda yang berintegritas, kritis, dan berani memperjuangkan kebenaran.
“Saya juga ingin mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momentum Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda ini sebagai refleksi bersama untuk terus maju dan bangkit dari segala keterpurukan negeri ini, mengingat kita sebagai pelajar adalah harapan terakhir bangsa ini,” ujarnya.
Ach Jazuli menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia mendorong siswa untuk bersikap adil, bijaksana, dan jujur, serta membuktikan kemampuan melalui prestasi dan kerja keras. Menurutnya, pendidikan harus menjadi jalan untuk melahirkan generasi yang berani menyuarakan keadilan, memperjuangkan kebenaran, dan membela kelompok yang lemah.
Pada kesempatan tersebut, Ach Jazuli juga mengapresiasi OPH yang telah menginisiasi festival. Ia menilai pengalaman merancang dan menyelenggarakan kegiatan sekolah dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Festival Bulan Bahasa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap budaya membaca dan menulis terus berkembang, kreativitas siswa semakin terasah, serta semangat persatuan dan persaudaraan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.






