YAKUSA.ID – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara menyiapkan terobosan baru di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok. Fasilitas yang dinamai Posko Bersama Bersinar itu akan menjadi pusat rehabilitasi, pengaduan, hingga pelatihan keterampilan bagi warga.

Kepala BNNK Jakarta Utara, Kombes Pol Irwan Andy Purnawan, menjelaskan tempat tersebut dibangun menggunakan empat unit kontainer di bawah kolong tol. “Posko Bersama itu istilahnya bersama masyarakat, dan Bersinar itu Bersih Narkoba,” ujar Irwan di lokasi, Selasa (3/11/2026).

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) melihat langkah ini sebagai upaya nyata yang menyentuh akar persoalan. Ketua JAN, Romadhon Jasn, menilai Irwan tidak hanya mengejar target penangkapan, tetapi juga merangkul warga.

“Kalau hanya menangkap, besok akan ada penggantinya. Tapi ketika warga diberi ruang untuk sembuh dan dilatih keterampilan, di situ kita sedang memutus rantai narkoba,” kata Romadhon di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Selaras dengan Visi Kapolri dan BNN
Menurut Romadhon, apa yang dilakukan Irwan adalah cerminan langsung dari arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Visi “Polri bersama masyarakat” yang selama ini digaungkan tidak berhenti di slogan, melainkan dibuktikan oleh perwira di lapangan.

“Di saat atasannya menekankan pendekatan humanis, Pak Irwan di bawah justru sudah jauh melangkah. Beliau bahkan menggandeng pesantren dan berhasil merehabilitasi 118 pengguna sepanjang 2024. Ini sinergi yang luar biasa,” kata Romadhon Jasn, Rabu (4/11).

Langkah Irwan ini juga sejalan dengan program Bersih Narkoba (Bersinar) yang menjadi fokus Kepala BNN. “Kami yakin pimpinan di atas akan sangat mengapresiasi kerja keras jajaran BNNK Jakarta Utara. Datanya ada, programnya nyata, dan itu yang dibutuhkan,” tegas Romadhon.

Dukungan Masyarakat Setempat
Rencana pembangunan tempat rehabilitasi ini mendapat sambutan hangat dari warga. Irwan menyebut beberapa tokoh masyarakat setempat bahkan ikut membantu kelancaran rencana tersebut.

Romadhon yakin, penduduk Muara Bahari sudah merasakan manfaat kehadiran sosok perwira yang berintegritas. “Warga itu tidak bodoh. Kalau perwiranya hanya datang untuk razia lalu pergi, mereka akan diam atau malah melawan. Tapi kalau Pak Irwan dan jajarannya bisa diterima, bahkan didukung tokoh masyarakat, artinya pendekatan kemanusiaannya berhasil,” ujarnya.

JAN berharap kolaborasi lintas instansi di tempat tersebut tidak berhenti saat peletakan kontainer. Program pelatihan dan pendampingan harus dipastikan berjalan setiap hari. “Publik bangga ada perwira seperti Kombes Irwan. Mari kita dukung Polri bersama masyarakat,” pungkas Romadhon.