YAKUSA.ID – Salman Alfarisi angkat bicara menanggapi pemberitaan yang beredar di beberapa portal berita terkait dugaan perbuatan yang dituduhkan kepadanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salman membantah seluruh isi pemberitaan tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta.

Dalam klarifikasinya, Salman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan, baik kepada siapa pun, dengan pihak mana pun, maupun dalam kondisi apa pun.

“Berita yang beredar itu telah mencederai kebenaran dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Salman.

Salman juga menyampaikan bahwa dirinya telah meminta pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan keterangan secara kelembagaan.

Langkah tersebut ditempuh agar persoalan ini dapat dibuka secara terang benderang dan tidak berkembang menjadi opini liar di ruang publik.

Selain itu, Salman mengaku telah meminta klarifikasi langsung kepada oknum perempuan yang disebut dalam pemberitaan.

Dari hasil klarifikasi tersebut, kata Salman, yang bersangkutan menyatakan bahwa seluruh tuduhan yang beredar tidak benar.

“Atas dasar itu, saya menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar tidak memiliki dasar fakta,” ujar Salman dalam pernyataan tertulisnya yang diterima yakusa.id, Kamis (25/12/2025).

Salman berharap klarifikasi ini dapat menjadi rujukan bagi publik agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Salman juga mengimbau semua pihak untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi isu yang beredar.

Klarifikasi VA Luruskan Pemberitaan yang Dinilai Disalahartikan

Perempuan berinisial VA juga menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar di masyarakat, dan media yang sempat menimbulkan polemik serta menyeret nama pihak lain maupun lembaga tertentu.

VA menegaskan bahwa informasi sebagaimana yang dimuat dalam pemberitaan tersebut tidak benar. Klarifikasi itu diberikan oleh VA pada Jumat, 19 Desember 2025.

Menurutnya, pernyataan yang kemudian beredar itu bermula dari candaan pribadi yang disampaikannya dalam suasana santai bersama insan pers di salah satu tempat.

“Pernyataan tersebut merupakan candaan pribadi saya yang kemudian disalahartikan dan tidak sesuai dengan maksud saya sebenarnya,” ujarnya.

VA menegaskan bahwa seluruh pernyataan yang dimuat dalam pemberitaan tersebut sepenuhnya bersumber dari dirinya secara pribadi dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan pihak lain, baik secara perorangan maupun kelembagaan.

Terkait penyebutan nama SAF, seorang anggota dewan, dalam pemberitaan tersebut, VA menegaskan, hal tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi. Dia memastikan tidak ada peristiwa sebagaimana yang diberitakan, baik antara dirinya dengan SAF maupun dengan pihak mana pun.

Atas kejadian tersebut, VA mengakui bahwa hal itu merupakan kekhilafan dan kelalaian pribadi, yang terjadi akibat candaan yang kemudian disalahartikan oleh pihak lain.

Sebagai bentuk tanggung jawab, VA juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan, khususnya kepada SAF, atas candaan yang terlanjur dimuat dan beredar di media.

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan, terutama kepada SAF, atas candaan saya yang terlanjur dimuat di media,” imbuhnya.

VA berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar serta mencegah terjadinya kesalahpahaman lebih lanjut di tengah masyarakat.