Smart Meter AMI PLN Sudah Terpasang, Tapi Listrik Masih Butuh Perbaikan

YAKUSA.IDPemasangan smart meter Advanced Metering Infrastructure (AMI) oleh PT PLN (Persero) terus dipercepat. Hingga Juni 2025, lebih dari 4 juta unit telah terpasang di Jawa, Sumatra, dan kota besar lain. Namun, laporan pemadaman listrik mendadak masih jadi keluhan utama pelanggan, bahkan di kawasan yang sudah mendapat alat canggih ini.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengapresiasi inisiatif digitalisasi PLN. “Kami harap smart meter jadi pintu awal layanan yang lebih baik, bukan sekadar pengganti meter konvensional,” ujarnya pada lokakarya Komisi VII, Minggu, 20 Juli 2025.

Soeparno mendorong PLN tampil lebih responsif saat ada gangguan, dan menyertakan pelanggan dalam setiap perkembangan inovasi layanan.

Beberapa daerah tetap menjadi hotspot pemadaman. Warga Bandung Barat, Samarinda, hingga Kupang mengeluh mati lampu tak terduga. Di Samarinda, listrik pernah padam lebih dari 6 jam tanpa pemberitahuan resmi. Tagar #PLNHarusMaju dan #PLNPadam muncul di lini masa, menandakan harapan sekaligus kekecewaan masyarakat.

Ketimpangan komunikasi ini juga terpantau dalam survei Indo Barometer pada Juli 2025. Lebih dari 60% pelanggan yang diwawancarai mengaku mengetahui pemadaman dari tetangga atau medsos, bukan dari PLN. Hanya 30% yang mendapat pemberitahuan melalui aplikasi atau pesan singkat. Data ini dirilis dalam laporan “Bersahabat dengan PLN: Persepsi Pelanggan terhadap Digitalisasi Pelayanan Listrik” yang diberitakan media nasional.

Menanggapi hal tersebut,!Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menekankan pentingnya kolaborasi antara PLN dan pelanggan.

“Masyarakat memang harus lebih aktif melaporkan gangguan langsung ke kanal resmi PLN, baik lewat aplikasi, Twitter, atau WhatsApp. Makin banyak laporan yang masuk, makin cepat PLN bisa memperbaiki dan membangun sistem pelayanan yang lebih baik,” terangnya dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Romadhon juga menyarankan pelanggan memanfaatkan sosial media PLN yang kini semakin responsif.

“Kalau ada yang kurang memuaskan, laporkan, jangan ragu. PLN sudah menyediakan banyak kanal, mari manfaatkan agar pelayanan semakin membaik,” tambahnya.

PLN sendiri, melalui Direktur Distribusi Arsyadany Ghana Akmalaputri, mengaku terus berupaya meningkatkan sistem notifikasi gangguan secara otomatis.

“Kami menambah fitur di aplikasi PLN Mobile untuk memberi notifikasi gangguan secara real-time. Namun, masih ada kendala teknis seperti sinyal dan kepadatan pelanggan di suatu wilayah, sehingga proses notifikasi kadang tidak optimal,” jelasnya saat jumpa pers.

PLN juga membuka layanan pengaduan via 123, X (Twitter) @pln_123, dan WhatsApp 0811123123 yang dijamin direspons maksimal dalam 24 jam.

Terkait tarif, PLN menegaskan harga listrik Juni–September 2025 tetap stabil meski fluktuasi harga energi global. Langkah ini mendapat apresiasi, meski pengamat menyesalkan layanan yang belum merata.

Romadhon Jasn mengatakan, stabilitas tarif sangat membantu, tapi layanan harus sama baiknya, baik di kota maupun desa. “PLN harus tetap fokus pada akses dan kualitas yang setara bagi seluruh rakyat,” katanya.

PLN juga telah meningkatkan berbagai program sosial, seperti listrik gratis untuk masyarakat miskin serta desa mandiri energi. Namun, pelanggan berharap fokus utama tetap pada layanan andal, transparansi informasi, dan komunikasi dua arah secara konsisten.

Romadhon menggarisbawahi, inovasi teknologi harus diikuti perubahan pola pelayanan yang lebih terbuka. Kalau masyarakat dan PLN saling dukung, solusi pasti akan lebih cepat, terukur, dan bermanfaat bagi semua.

Ia juga mendorong pelanggan aktif memberi masukan, bukan cuma mengeluh, agar transformasi layanan listrik benar-benar berpihak pada kepentingan publik.

“Intinya, smart meter bisa jadi awal transformasi digital PLN, tapi tanpa kolaborasi dan komunikasi aktif dari seluruh pihak, janji layanan prima akan tetap menjadi harapan yang jauh dari nyata,” tandasnya. (YAKUSA.ID-MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *