YAKUSA.ID — Bupati Pamekasan Kholilurrahman resmi menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXII tingkat Kabupaten Pamekasan 2026 di Alun-Alun Arek Lancor, Kamis malam (24/9/2026).
Ia menegaskan nilai-nilai Al-Qur’an harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi benteng bagi generasi muda.
MTQ XXXII diikuti kafilah dari 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan. Pendaftaran peserta dibuka sejak 28 Agustus 2026, sedangkan pelaksanaan lomba berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September 2026.
Penutupan dihadiri Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri dan Ketua Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah Pamekasan Taufiqurrahman, para kepala OPD, direktur RSUD dan BUMD, Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan, para Kepala KUA, pimpinan pondok pesantren, Ketua MUI, Ketua LP2SI, pimpinan ormas Islam, Ketua LPTQ, dewan hakim, panitia serta seluruh kafilah dari 13 kecamatan.
Kholilurrahman menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian MTQ berjalan tertib, aman dan lancar.
Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari terselenggaranya perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Kejujuran dan nilai-nilai Qurani harus menjadi budaya, kesantunan harus menjadi kebiasaan, kepedulian harus menjadi karakter, dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari hidup kita,” tegas Kholilurrahman.
Bupati juga menyoroti penampilan peserta cabang Syarhil Quran. Ia menilai tiga peserta yang tampil mampu mengemas materi dakwah dengan mengaitkan fenomena kekinian dengan landasan ayat-ayat Al-Qur’an.
“Ini luar biasa. Mereka bisa menjelaskan fenomena yang terjadi saat ini dengan landasan ayat-ayat Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa dakwah Islam bisa menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Kholilurrahman berharap kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga kafilah Pamekasan mampu meraih prestasi pada MTQ tingkat provinsi.
“Mudah-mudahan nanti di tingkat provinsi bisa membawa nama Pamekasan dan meraih juara satu,” harapnya.
Lebih jauh, Kholilurrahman menegaskan tema MTQ XXXII, yakni “MTQ sebagai Momentum Membumikan Al-Quran dan Mewujudkan Generasi Pamekasan yang Qurani”, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an jangan hanya dibaca dengan suara yang indah dan merdu. Yang lebih penting, nilai-nilainya harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap generasi muda Pamekasan tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki iman, akhlak dan budi pekerti yang kuat.
“Generasi muda harus mampu mengendalikan dan mengarahkan perkembangan zaman ke arah yang lebih baik. Al-Qur’an harus menjadi benteng bagi generasi muda kita,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pamekasan Taufiqurrahman yang mewakili Ketua Panitia menyampaikan proses penilaian peserta dari 13 kecamatan dilakukan oleh dewan hakim secara profesional, objektif dan independen.
“Penilaian seluruh peserta telah dilaksanakan secara profesional, objektif dan independen oleh dewan hakim yang memiliki kompetensi di bidangnya,” ujar Taufiqurrahman.
Para peserta yang berhasil menjadi juara, kata dia, akan mendapatkan trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas prestasi dan perjuangan para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian MTQ XXXII Kabupaten Pamekasan,” katanya.








