YAKUSA.ID – Rencana aksi demonstrasi yang digagas Barisan Pemuda Revolusi (BAPER) di depan Mapolres Pamekasan, Senin (12/10/2026), untuk mendesak penuntasan dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam, gagal digelar.
Aksi yang semula dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai itu direncanakan melibatkan sekitar 500 orang. Massa dijadwalkan berkumpul di Mini Soccer Pamekasan sebelum bergerak menyuarakan tuntutan terkait penanganan perkara dugaan pengancaman tersebut.
Berdasarkan pantauan yakusa.id, hingga pukul 10.00 WIB, tidak ada aksi demonstrasi sebagaimana yang dimaksudkan oleh BAPER. Di lokasi, yang terlihat puluhan orang berjejer di depan Mapolres Pamekasan di Jalan Raya Nyalaran.
Diketahui, dalam seruan aksinya, BAPER menekankan pentingnya pengusutan tuntas dugaan penjarahan dan pengancaman menggunakan senjata tajam. Mereka juga mendesak Polres Pamekasan segera memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat berdasarkan bukti dan fakta hukum.
Selain itu, BAPER menuntut transparansi dalam penanganan perkara agar proses hukum memberikan kepastian kepada masyarakat.
BAPER juga menyatakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, ancaman menggunakan senjata tajam, serta tindakan main hakim sendiri.
Seruan aksi itu mengangkat pesan bahwa Pamekasan tidak boleh menjadi ruang bagi intimidasi dan ketakutan. Namun, hingga waktu pelaksanaan yang tercantum dalam poster, rencana demonstrasi tersebut tidak terlaksana.
Belum diketahui secara pasti penyebab kegagalan aksi tersebut. Belum ada pula keterangan mengenai kemungkinan penjadwalan ulang demonstrasi maupun langkah lanjutan yang akan ditempuh BAPER.
Sementara itu, tuntutan agar dugaan tindak pidana tersebut diusut secara transparan tetap menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan melalui seruan aksi tersebut.






