YAKUSA.ID – Belanja modal Kabupaten Pamekasan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 naik Rp69,14 miliar atau 52,56 persen dibandingkan anggaran awal.

Dalam Nota Keuangan yang disampaikan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dalam Rapat Paripurna DPRD Pamekasan, Senin (21/9/2026), belanja modal pada Perubahan APBD 2026 dianggarkan sebesar Rp200.698.985.820. Sementara pada APBD awal, anggarannya sebesar Rp131.554.427.069.

Kenaikan tersebut mencapai Rp69.144.558.751 atau 52,56 persen. Menurut Bupati, tambahan anggaran belanja modal itu diproyeksikan untuk pengadaan lahan Sekolah Rakyat dan infrastruktur prioritas lainnya.

Kenaikan belanja modal tersebut terjadi ketika total Belanja Daerah justru mengalami penurunan. Pada Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp2.001.180.714.349, turun Rp21.302.915.889 atau 1,05 persen dibandingkan APBD awal sebesar Rp2.022.483.630.239.

Bupati Kholilurrahman mengatakan penyusunan perubahan APBD tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran berjalan.

“Penyusunan perubahan APBD tahun anggaran 2026 tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran berjalan, serta memperhatikan ketentuan dan rekomendasi dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar Bupati.

Selain belanja modal, Belanja Operasi juga mengalami kenaikan dari Rp1.606.746.459.994 menjadi Rp1.616.009.764.814 atau bertambah Rp9.263.304.819.

Kemudian Belanja Tidak Terduga naik Rp320 juta menjadi Rp13.320.000.000. Sementara Belanja Transfer turun cukup besar dari Rp271.182.743.175 menjadi Rp171.151.963.715 atau berkurang Rp100.300.779.460.

Di sisi pendapatan, Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD 2026 justru meningkat menjadi Rp1.910.630.382.176 dari sebelumnya Rp1.846.800.513.702. Kenaikannya mencapai Rp63.829.868.474 atau 3,46 persen.

Kenaikan pendapatan tersebut ditopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik 0,70 persen menjadi Rp368.255.602.000 dan Pendapatan Transfer yang meningkat 4,14 persen menjadi Rp1.542.374.780.176.

Dengan perubahan tersebut, defisit anggaran juga turun dari Rp175.683.116.536 menjadi Rp90.550.332.173 atau berkurang Rp85.132.784.363 atau 48,46 persen.

Defisit tersebut ditutup melalui Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp90.550.332.173 yang bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya. Sementara Pengeluaran Pembiayaan dianggarkan Rp0.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur tersebut selanjutnya akan memasuki agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2026.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pembahasan antara DPRD Pamekasan dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan sebelum rancangan perubahan APBD ditetapkan.