Daerah  

Jejak Hijau Medco dan DLH di Tanah Batuan

Menyemai Harapan Baru

YAKUSA.ID – Di kawasan Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPA) Batuan, Sumenep, suasana pagi itu berbeda. Lahan yang biasanya identik dengan aktivitas pengolahan sampah mendadak dipenuhi deretan bibit pohon yang akan ditanam.

Para petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Sumenep, perwakilan Medco Energi, hingga para pejabat daerah berdiri berdampingan, bersiap memulai penanaman 1.300 bibit pohon dari berbagai jenis.

Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama Satuan Kerja Khusus (SKK) pelaksana Kegiatan Hulu Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep.

Selain memperingati Hari Pencegahan Polusi Sedunia, program ini diarahkan untuk memperkuat tutupan hijau serta mengurangi dampak lingkungan di sekitar wilayah TPA.

Bibit yang ditanam cukup beragam mulai dari matoa, mahoni, akasia, sukun hingga gayam. Jenis-jenis yang dipilih karena daya adaptasinya, manfaat ekologis, serta nilai ekonominya dalam jangka panjang. Harapannya, area TPA yang selama ini menjadi titik beban lingkungan dapat berubah perlahan menjadi ruang hijau yang lebih teduh dan produktif.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Wakil Bupati KH. Imam Hasyim, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Kehadiran para pimpinan daerah itu menambah bobot simbolik program penghijauan ini

Senior Manager Communications Medco E&P, Leony Lervyn, menegaskan bahwa bagian hulu migas tidak berdiri terpisah dari kepentingan ekologis. Ia menyebut program seperti ini sebagai kewajiban moral sekaligus standar operasi perusahaan.

“Pelestarian lingkungan itu tidak bisa dipisahkan dari aktivitas industri kami. Penanaman 1.300 pohon ini adalah kontribusi nyata kami untuk menambah tutupan hijau di Sumenep. Kami berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Menurut Leony, Medco Energi Madura Offshore selama ini mencoba menempatkan kegiatan sosialnya sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Bagi mereka, penghijauan di daerah operasional merupakan bentuk pengembalian manfaat pada masyarakat sekitar.

Bupati Sumenep memberikan apresiasi terbuka. Dalam sambutannya ia menyebut bahwa langkah sederhana seperti menanam pohon dapat menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas udara dan kesehatan warga.

“Penghijauan ini adalah langkah penting. Kita bukan hanya mencegah polusi, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan Sumenep yang lebih hijau,” kata Bupati.

Ia juga menambahkan bahwa TPA Batuan membutuhkan dukungan seperti ini agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat akhir sampah, tetapi juga kawasan yang dikelola dengan prinsip ramah lingkungan.

Di tengah rangkaian kegiatan, para peserta menanam bibit sambil saling bertukar cerita mengenai kondisi lingkungan di daerah masing-masing.

Beberapa petugas DLH menjelaskan bahwa TPA Batuan terus ditata agar lebih rapi, dan kehadiran 1.300 pohon ini diharapkan dapat membantu mengurangi bau, menahan angin, serta memperbaiki kualitas tanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *