YAKUSA.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan menggelontorkan dana sebesar Rp10,257 miliar untuk melaksanakan 60 paket pekerjaan infrastruktur tahun ini.
Beragam kegiatan tersebut meliputi pembangunan dan pemeliharaan jalan, drainase lingkungan, bronjong penahan tebing sungai, rehabilitasi irigasi, hingga pemeliharaan berkala jembatan. Sejumlah paket proyek juga tercatat merupakan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
Paket pekerjaan tersebar di berbagai kecamatan. Pada sektor jalan, puluhan ruas menjalani pemeliharaan berkala seperti Tambung–Nyalaran, Grujugan–Larangan Dalam, Trasak–Blumbungan, Larangan Dalam–Larangan Luar, dan Durbuk–Jarin. Kegiatan drainase lingkungan juga dikerjakan di lebih dari 15 titik, termasuk Gugul–Taroan, Bukek–Teja Timur, Pademawu Barat–Pademawu, hingga Palengaan–Pangerreman.
Sementara itu, pada sektor pengairan, beberapa pekerjaan peningkatan dan rehabilitasi irigasi telah dilaksanakan, seperti DIAT Montok, DI Polagan dan DI Raja.
Penguatan tebing sungai melalui pembangunan bronjong juga menjadi bagian penting dari program, termasuk di Nyalabu Daya, Jungcangcang, Bata-Bata, Panaan, dan Tanah Merah.
Selain kegiatan teknis, tercatat pula beberapa paket pokir, seperti Pokir 5, Pokir 7, Pokir 8, dan paket pemeliharaan jalan Kabupaten.
Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Amin Jabir, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dalam daftar tersebut merupakan program resmi pemerintah daerah yang sudah melalui proses anggaran yang berlaku.
“Seluruh kegiatan dimaksud ada dalam APBD, DPA dan RUP. Detailnya ada pada bidang masing-masing di PUPR dan dilaporkan secara periodik kepada laman Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Namun Amin menegaskan bahwa capaian penyelesaian kegiatan berbeda-beda di setiap bidang.
“Untuk bidang irigasi dan PPSDA tuntas. Untuk bidang jalan dan drainase belum tuntas. Progresnya bisa dikonfirmasi ke kabid masing-masing atau melalui dashboard Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan,” ujarnya.
Jabir berharap berharap rangkaian pekerjaan tersebut dapat memperkuat layanan dasar masyarakat, meningkatkan konektivitas wilayah, serta menekan risiko kerusakan lingkungan, terutama pada titik-titik rawan banjir dan tebing sungai.












