YAKUSA.ID — Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) mendorong penguatan ekosistem digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep, Madura.
Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kolaborasi Quadruple Helix dan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Penguatan Daya Saing UMKM Madura”.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur akademisi, pemerintah daerah, legislatif, dan pelaku usaha untuk membahas hasil riset awal sekaligus merumuskan strategi penguatan ekonomi lokal berbasis teknologi digital.
Riset yang dilakukan tim peneliti UMSURA dengan dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menunjukkan adanya kesenjangan antara adopsi teknologi digital dan kemampuan UMKM dalam memanfaatkannya secara optimal.
Berdasarkan survei baseline terhadap 200 pelaku UMKM di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, diketahui bahwa sebagian pelaku usaha telah menggunakan teknologi digital, seperti Instagram, TikTok, hingga QRIS. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut belum sepenuhnya berkontribusi terhadap optimalisasi bisnis.
Akademisi UMSURA, Dr. Dina Novita, S.E., M.M. dan Alfin Arifin, menyebut kondisi tersebut menunjukkan adanya capability gap atau kesenjangan kemampuan dalam mengoptimalkan teknologi yang sudah dimiliki pelaku UMKM.
“UMKM Madura sejatinya tidak memulai dari nol dalam hal teknologi. Infrastruktur dasar dan kepemilikan media digital sudah ada. Namun, terdapat kesenjangan kompetensi nyata dalam strategi pemasaran konten, pengelolaan toko digital, hingga pembukuan keuangan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan Quadruple Helix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, legislatif, dan dunia usaha diperlukan agar digitalisasi UMKM tidak berhenti pada kepemilikan perangkat maupun akun media sosial.
Perguruan tinggi, kata dia, dapat berperan melalui pendampingan berkelanjutan, standardisasi produk berbasis kearifan lokal, serta pengembangan platform Smart Digital yang disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan pelaku UMKM di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong perluasan ekosistem digital sekaligus penguatan aspek legalitas bagi pelaku UMKM.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan, terutama terkait literasi digital dan rantai pasok pemasaran.
“Keterbatasan teknis dalam literasi digital dan rantai pasok pemasaran memang masih menjadi tantangan utama di lapangan,” katanya.
Ramli menilai kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi melalui riset terapan menjadi penting agar program pelatihan UMKM tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, digitalisasi harus mampu dikonversi menjadi peningkatan omzet, perluasan pasar, dan penguatan daya saing ekonomi daerah.
Dari unsur legislatif, Ahmad Juhairi dan Hairul Anwar dari DPRD Kabupaten Sumenep menegaskan pentingnya keberpihakan kebijakan dan anggaran terhadap penguatan ekonomi lokal.
“Penguatan ekonomi lokal adalah instrumen kedaulatan rakyat yang wajib dilindungi melalui kepastian hukum dan intervensi anggaran yang berpihak,” tegasnya.
DPRD Sumenep, lanjutnya, berkomitmen mengawal fungsi legislasi, termasuk optimalisasi implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat.
Selain itu, pengawasan anggaran juga dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan dan digitalisasi UMKM menyentuh kelompok masyarakat yang rentan.
“Kita harus mengikis celah distorsi kebijakan agar program digitalisasi dan pemberdayaan ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” ujarnya.
Melalui FGD tersebut, UMSURA mendorong terbentuknya kolaborasi Quadruple Helix yang tidak hanya berorientasi pada adopsi teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas, legalitas, kualitas produk, pemasaran, dan pengelolaan keuangan UMKM.
Konsep Smart Digital diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menjembatani kesenjangan kemampuan tersebut sehingga transformasi digital UMKM di Sumenep dapat berujung pada peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi lokal.



