YAKUSA.ID — SMKN 3 Bangkalan bersama mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus menunjukkan komitmen dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi pelajar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Antisipasi Bullying di Era Digital yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025 di Aula SMKN 3 Bangkalan.

Acara ini menghadirkan dua narasumber, Iqbal Maulana dan Arum Dwi Pratiwi, mahasiswa aktif Program Studi Teknik Industri angkatan 2024 Fakultas Teknik UTM.

Keduanya memberikan pembahasan mendalam mengenai fenomena cyberbullying, jenis-jenisnya, hingga strategi cerdas dalam mencegah serta menghadapi perundungan di dunia maya.

Puluhan siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias, menandakan tingginya kesadaran terhadap pentingnya keselamatan digital.

Cyberbullying Meningkat, Kesadaran Digital Jadi Keharusan

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa cyberbullying bukan lagi persoalan ringan. Dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, rasa percaya diri, hingga interaksi sosial pelajar di dunia nyata maupun digital.

Para siswa diajak untuk bijak bermedia sosial, memahami etika digital, serta meningkatkan keberanian melaporkan tindakan perundungan yang mereka alami atau temukan di platform online.

Salah satu peserta kegiatan menyampaikan testimoni manfaat yang didapat.

“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat. Sekarang cyberbullying sering banget terjadi, bahkan kadang tanpa kita sadari. Dari sosialisasi ini, saya jadi tahu betapa pentingnya menjaga etika saat online dan tidak sembarangan berkomentar. Saya harap teman-teman juga makin sadar dan saling jaga,” ujarnya.

Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Aman

Kegiatan kolaboratif ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya digital positif di lingkungan sekolah. Mahasiswa UTM bersama guru SMKN 3 Bangkalan sepakat bahwa edukasi digital harus terus diperkuat guna menekan potensi perilaku negatif baik di sekolah maupun di dunia maya.

Guru SMKN 3 Bangkalan, Suyati, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Kami sangat mendukung kegiatan semacam ini karena literasi digital adalah bagian penting dari pembentukan karakter siswa di era modern,” ujarnya.

Dengan pemahaman yang lebih komprehensif tentang risiko cyberbullying, siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan digital yang positif, beretika, dan saling menghargai.

Tonggak Baru Upaya Pencegahan Cyberbullying di Sekolah

Sosialisasi yang digelar ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya perundungan digital. SMKN 3 Bangkalan menegaskan komitmennya untuk terus melindungi peserta didik melalui penguatan edukasi dan kerja sama lintas lembaga.

Upaya ini menjadi modal berharga untuk melahirkan generasi cerdas digital, kritis, dan berani bersuara menghentikan segala bentuk bullying di lingkungan sekolah maupun ruang daring.