YAKUSA.ID – Organisasi Visioner Indonesia menilai Dr. Herman, S.H., LL.M. sebagai figur akademisi yang memiliki pengalaman, integritas, dan kapasitas kepemimpinan yang kuat untuk membawa Universitas Halu Oleo (UHO) terus berkembang di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, mengatakan Dr. Herman merupakan sosok yang lahir dari proses panjang pengabdian di lingkungan kampus sehingga memiliki pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tantangan yang dihadapi UHO.

“Beliau bukan sosok yang lahir dari proses instan. Dr. Herman tumbuh bersama UHO, memahami setiap dinamika yang ada, dan mengabdikan sebagian besar perjalanan kariernya untuk kemajuan universitas ini,” ujar Akril, Senin 8 Juni 2026.

Menurutnya, salah satu keunggulan Dr. Herman terletak pada kemampuannya memadukan pengalaman akademik dengan kemampuan manajerial.

Berbagai jabatan strategis yang pernah diemban dinilai membentuk karakter kepemimpinan yang matang, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan organisasi.

Akril menuturkan, selama menjabat sebagai Pelaksana Tugas Rektor UHO, Dr. Herman menunjukkan kemampuan dalam menjaga stabilitas kampus, memperkuat koordinasi antarunit kerja, serta memastikan pelayanan akademik tetap berjalan optimal.

“Di tengah masa transisi yang tidak mudah, beliau mampu menjaga ritme organisasi tetap berjalan dengan baik. Ini menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan di lingkungan kampus,” katanya.

Visioner Indonesia juga menilai berbagai gagasan yang diusung Dr. Herman mencerminkan orientasi kepemimpinan yang berfokus pada kemajuan institusi.

Penguatan riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kerja sama, serta transformasi digital disebut menjadi agenda yang relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi modern.

Selain itu, Dr. Herman dinilai memiliki kemampuan merangkul berbagai elemen sivitas akademika melalui pendekatan yang komunikatif dan terbuka.

Sikap tersebut dianggap mampu menjaga suasana kampus tetap kondusif dan mendukung kolaborasi antarwarga kampus.

“Pemimpin perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi dan kebersamaan. Kami melihat kualitas itu ada pada Dr. Herman,” lanjut Akril.

Ia menambahkan, UHO membutuhkan pemimpin yang memahami sejarah kampus, mampu menjaga kesinambungan program, sekaligus memiliki visi untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki, Dr. Herman dinilai memiliki modal yang kuat untuk menjalankan peran tersebut.

“Integritas, pengalaman, dan dedikasi yang ditunjukkan Dr. Herman selama ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif. Kami optimistis beliau mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan UHO ke depan,” tutupnya.