YAKUSA .ID – Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Imam Wahyudi, remaja asal Lalangon, Kecamatan Manding, terus memasuki babak baru.
Setelah penyidik sebelumnya memfokuskan pemeriksaan pada dua terlapor berinisial Z dan R, serta seorang kepala desa berinisial B, kini muncul fakta lain yang semakin memanaskan suasana.
Keluarga korban menegaskan bahwa Imam sejak awal memberikan keterangan yang konsisten.
Penuturan Imam kepada keluarganya sejalan dengan apa yang disampaikan para saksi saat pemeriksaan oleh kepolisian.
Namun perkembangan terbaru datang dari salah satu saksi kunci.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa ada seorang Babinsa desa setempat yang berada di lokasi kejadian.
Saksi: “Satu jam setelah kejadian, di lokasi bukan hanya mereka… ada Babinsa juga.”
Saksi tersebut mengaku dijemput sekitar satu jam setelah Imam diduga mengalami penganiayaan.
Ketika penyidik meminta ia menyebutkan siapa saja yang ada di lokasi, ia menyampaikan nama para terlapor—dan kemudian menambahkan informasi yang membuat penyidik terdiam.
“Saya jawab, di sana juga ada Babinsa desa setempat.”
Pihak keluarga korban, Alimuddin, menyayangkan keberadaan aparat teritorial yang disebut-sebut berada di lokasi tanpa menunjukkan tindakan apa pun.
“Sangat disayangkan, abdi negara yang harusnya melindungi malah hanya diam dan berada di tempat,” ujarnya.
Pengakuan saksi ini membuka babak baru dalam penyelidikan, mengingat peran Babinsa semestinya berkaitan dengan keamanan desa.
Keberadaannya di tempat kejadian bisa menjadi kunci untuk mengungkap dinamika pasti dari dugaan pengeroyokan tersebut.
Penyidikan Resmi Bergulir
Polres Sumenep melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 28 November 2025 menyatakan bahwa penyidikan atas dugaan penganiayaan dan dugaan turut serta melakukan tindak pidana resmi dimulai.
SPDP tersebut dikirimkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, dengan tembusan kepada Kapolres Sumenep, Ketua Pengadilan Negeri Sumenep, pelapor, dan seluruh terlapor.
Kasus ini kini memasuki fase penentuan. Keluarga korban berharap penyidik menelusuri seluruh pihak yang berada di lokasi kejadian, termasuk aparat yang disebut-sebut hadir saat peristiwa tersebut.












