YAKUSA.ID – RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep menjawab tantangan perkembangan di tengah teknologi berkemnang pest dengan validasi data yang kuat.
Saat ini pelayanan kesehatan dituntut dengan layanan medis yang cepat, tepat, dan minim kesalahan.
Tujuannya adalah guna bisa meningkatkan sistem validasi data pelayanan kesehata sebagai upaya menjaga keselamatan pasien sekaligus meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menyatakan bahwa rumah sakit modern saat ini tidak hanya sekedar dituntut memberikan layanan cepat,.
Namun, kata dia, juga harus memastikan setiap keputusan medis didasarkan pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” ungkap dr. Erliyati dikutip Yakusa pada Jum’at, 15 Mei 2026.
Lebih lanjut, perempuan murah senyum itu menyatakan bahwa validasi mutu menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan rumah sakit.
Tujuannya adalah, lanjutnya, untuk memastikan seluruh layanan kesehatan berjalan sesuai standar.
Pengawasan itu, lanjut dia, mencakup prosedur medis, penggunaan alat kesehatan, sistem pelayanan, hingga hasil akhir layanan kepada pasien.
Ia menjelaskan, proses validasi dilakukan secara berkelanjutan melalui pengukuran, evaluasi, dan pembuktian agar kualitas pelayanan tetap konsisten dan aman.
“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” tuturnya.
Dalam pelatihan tersebut, sejumlah titik rawan pelayanan menjadi perhatianpasien.
Perhatian utama itu mulai dari proses pendaftaran pasien, layanan rawat inap, tindakan operasi, hingga pemberian obat yang harus berada dalam pengawasan mutu ketat.
Selain itu, validasi alat kesehatan juga menjadi fokus penting guna memastikan seluruh perangkat medis bekerja secara presisi melalui proses kalibrasi dan pengujian rutin.
RSUDMA Sumenep juga menekankan pentingnya validasi rekam medis dan dokumentasi pelayanan sebagai fondasi menjaga keakuratan laporan indikator mutu rumah sakit.
Program keselamatan pasien turut diperkuat, terutama dalam aspek identifikasi pasien, pencegahan infeksi rumah sakit, serta keamanan penggunaan obat berisiko tinggi.
“Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis,” ucapnya.
Hal itu ditandai mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan,” jelasnya.
Diketahui, komitmen itu diperkuat melalui Pelatihan Validasi Data yang digelar di Ruang Pertemuan Smiley lantai 3 RSUDMA Sumenep.
Kegiatan tersebut menjadi strategi penting dalam memperkuat pengawasan mutu pelayanan sekaligus mencegah potensi kesalahan medis akibat data yang tidak akurat.(Hn/Sin)



