YAKUSA.ID – Kabar baik menyertai awal pekan bagi para pemilik dan pengamat emas batangan. Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada perdagangan Sabtu (11/7/2026) tercatat naik Rp5.000 ke level Rp2.655.000 per gram, melanjutkan tren positif tiga hari berturut-turut.

Kenaikan ini terhitung sejak Jumat (10/7/2026) yang lalu, di mana harga emas Antam telah naik Rp17.000 ke Rp2.650.000 per gram. Sebelumnya, pada Kamis (9/7/2026), harga emas Antam masih berada di level Rp2.633.000 per gram. Dengan demikian, total kenaikan selama tiga hari mencapai Rp22.000, memberikan angin segar bagi investor ritel dan kolektor emas.

Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga ikut terdongkrak Rp10.000 menjadi Rp2.415.000 per gram. Ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang ingin menjual emas batangan mereka, karena nilai jual kembali semakin menguntungkan.

Sejalan dengan itu, PT Antam Tbk (ANTM) merilis laporan eksplorasi per 30 Juni 2026 dengan total pengeluaran preliminary unaudited sebesar Rp72,60 miliar. Kegiatan eksplorasi ini difokuskan pada komoditas emas di Pongkor, nikel di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, serta bauksit yang masih dalam tahap penyelesaian perizinan.

Di Pongkor, Jawa Barat, kegiatan eksplorasi emas difokuskan pada pengeboran bawah tanah dan permukaan, pemetaan geologi, serta analisis laboratorium. Sementara untuk nikel, eksplorasi dilakukan di Konawe Utara, Pomalaa, Morimoi, dan Buli (Maluku Utara) melalui anak usaha PT Sumberdaya Arindo. Adapun untuk bauksit, saat ini masih dalam proses penyelesaian perizinan PKKH Eksplorasi.

Langkah eksplorasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Antam untuk menjaga ketersediaan cadangan mineral strategis di tengah tingginya permintaan global. Komitmen itu diperkuat melalui proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Mempawah, Kalimantan Barat. Dengan nilai investasi Rp14,8 triliun, proyek ini dibangun secara kolaboratif antara BUMN di bawah koordinasi Danantara dan MIND ID, melibatkan PT Inalum, Antam, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Direktur Gagas Nusantara, menilai proyek ini sebagai langkah strategis jangka panjang. “Keterlibatan Antam dalam SGAR Fase 2 membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan emas, tetapi juga membangun fondasi di sektor hilirisasi bauksit. Ini adalah diversifikasi yang cerdas dan membuat Antam semakin solid,” ujar Romadhon Jasn di Jakarta, Senin (13/7/2026).

“Laporan eksplorasi Rp72,6 miliar ini menunjukkan bahwa Antam tidak hanya fokus pada produksi saat ini, tetapi juga serius menjaga cadangan jangka panjang. Eksplorasi di tiga komoditas sekaligus—emas, nikel, dan bauksit—adalah bukti nyata diversifikasi yang cerdas. Ini kabar baik bagi ketahanan industri tambang nasional,” tambah Romadhon.

“Kenaikan harga emas yang terjadi tiga hari berturut-turut menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap emas sebagai instrumen investasi tetap tinggi. Ditambah dengan proyek hilirisasi dan eksplorasi yang terus bergulir, Antam memiliki cerita pertumbuhan jangka panjang yang menarik,” pungkasnya.

Gagas Nusantara berharap momentum positif harga emas, eksplorasi, dan kemajuan proyek strategis ini terus berlanjut. Apresiasi disampaikan kepada jajaran manajemen Antam dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek SGAR Fase 2 dan kegiatan eksplorasi. Dengan fundamental yang kokoh dan langkah diversifikasi yang tepat, Antam diyakini akan semakin kokoh sebagai pilar industri pertambangan nasional di masa depan.