YAKUSA.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari, mengajak keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) memanfaatkan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) sebagai ruang belajar untuk meningkatkan kualitas keluarga melalui pendidikan, pengasuhan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diseminasi Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bertema “Sosialisasi Sekolah Rakyat dan Penguatan P2K2 KPM PKH” yang diselenggarakan Kementerian Sosial di Balai Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, kemudian berlanjut di Desa Nyalabu Laok, Kecamatan Pamekasan, Rabu (5/8/2026).
“Pendidikan adalah investasi terbaik bagi keluarga. Mari manfaatkan P2K2 untuk membangun masa depan anak-anak kita,” ujar Hj. Ansari.
Dalam pemaparannya, Hj. Ansari menegaskan bahwa keluarga memegang peran sentral dalam mencetak generasi yang berkualitas. Karena itu, pendidikan anak harus menjadi prioritas, didukung pola pengasuhan yang baik serta pengelolaan ekonomi keluarga yang lebih mandiri.
Ia juga menyosialisasikan Program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari menjelaskan bahwa DPR memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan terhadap mitra kerja, termasuk Kementerian Sosial. Melalui fungsi tersebut, pihaknya terus mengawal agar program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Tim PKH Provinsi Jawa Timur, Hanafi, menjelaskan P2K2 merupakan media pembelajaran bagi keluarga penerima manfaat untuk meningkatkan kapasitas keluarga, mulai dari pengasuhan anak, pendidikan, kesehatan hingga pengelolaan ekonomi. Pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong KPM menjadi lebih mandiri dan pada akhirnya melakukan graduasi dari Program Keluarga Harapan.
Pada sesi berikutnya di Desa Nyalabu Laok, kegiatan kembali menghadirkan Hj. Ansari bersama perwakilan Kementerian Sosial, Arfa Rahwat, dan Ketua Tim PKH Provinsi Jawa Timur, Hanafi. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dialog interaktif yang menghadirkan kisah inspiratif dari para peserta. Aprilia membagikan pengalamannya berhasil melakukan graduasi mandiri dari PKH, sementara Rusmiati menceritakan keberhasilannya memanfaatkan bantuan sebagai modal usaha yang kini menopang perekonomian keluarganya.
Menutup kegiatan, Hj. Ansari mengajak seluruh KPM memanfaatkan setiap proses pendampingan melalui P2K2 sebagai bekal membangun keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya.
“Harapan kami, melalui P2K2 semakin banyak keluarga yang mandiri, anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.



