YAKUSA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 15 Universitas Islam Negeri Madura mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan untuk membuat QRIS.

Pendampingan dilakukan langsung di lokasi usaha, salah satunya di Toko Al-Arab Azizah milik Basid.

Program ini merupakan salah satu program kerja unggulan kelompok KKN yang menyasar dua UMKM di Desa Bandungan. Tujuannya untuk mendorong digitalisasi transaksi bagi pelaku usaha setempat, Kamis (20/8)

“Kami sengaja mendatangi langsung lokasi masing-masing UMKM, bukan mengumpulkan mereka di satu tempat seperti balai desa, karena kami tidak ingin mengganggu jam operasional usaha mereka,” ujar salah satu anggota Kelompok KKN Posko 15.

Dengan mendampingi di lokasi, mahasiswa juga bisa melihat kondisi usaha secara nyata. Proses pendampingan dimulai dari pendaftaran akun, pembuatan QRIS melalui Aplikasi GOPAY, pencetakan barcode, hingga simulasi cara menerima dan memantau pembayaran digital.

Toko Al-Arab Azizah sendiri dikenal sebagai toko sembako yang cukup ramai dikunjungi warga. Selama ini transaksi di toko tersebut masih sepenuhnya dilakukan secara tunai.

Pemilik Toko Al-Arab Azizah, Basid mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Selama ini saya cuma menerima uang tunai, jadi kadang pembeli yang tidak bawa uang pas jadi batal beli. Sekarang setelah ada QRIS, pembeli bisa bayar lewat HP, jadi lebih mudah dan saya juga tidak perlu repot menyediakan uang kembalian,”ujarnya.

Program pembuatan QRIS ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN UIN Madura dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa. Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan dan mendorong UMKM naik kelas.

Kelompok KKN berharap kedua UMKM yang telah didampingi dapat terus memanfaatkan QRIS secara berkelanjutan meski masa KKN telah berakhir.

Kegiatan KKN Kelompok Posko 15 di Desa Bandungan, Pakong, ini berlangsung selama 40 hari, terhitung sejak 14 Juli hingga 24 Agustus 2026, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wasilatul Rohmaniyah.