YAKUSA.ID — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Menurutnya, pemerintah melalui BNPB dan BPBD memiliki peran penting, tetapi kesiapsiagaan di tingkat masyarakat juga menentukan seberapa besar risiko bencana dapat ditekan.
Hal itu disampaikan Hj. Ansari dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Resiliensi terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di Tingkat Lokal di Balai Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Minggu (9/8/2026).
Hj. Ansari mengatakan, masyarakat tidak cukup hanya menunggu informasi atau bantuan ketika bencana terjadi. Warga perlu mengetahui potensi bencana di wilayahnya dan memahami langkah yang harus dilakukan sejak sebelum bencana.
“Bagaimana kita bisa bermanfaat, termasuk Ibu Nadhirah, saya dan kita semua ingin bermanfaat agar warga Madura pada umumnya bisa menanggulangi bencana sejak dini,” kata Hj. Ansari.
Ia menilai kesadaran tersebut perlu dibangun melalui edukasi dan kerja sama di tingkat lokal. Masyarakat dapat saling mengingatkan, membantu dan bergotong royong ketika menghadapi potensi bencana.
Hj. Ansari juga mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi pemerintah. Ketika ada peringatan mengenai potensi bencana, masyarakat diminta tidak mengabaikannya.
“Kalau misalnya sudah dikasih tahu tapi membiarkan saja dan beranggapan nanti juga akan hilang, belum tentu,” ujarnya.
Menurut Hj. Ansari, penanggulangan bencana juga tidak berhenti setelah kondisi darurat selesai. Setelah bencana, diperlukan rehabilitasi dan pembangunan kembali dengan melibatkan berbagai pihak.
Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, media, tokoh masyarakat, dunia usaha dan akademisi atau pendekatan pentahelix.
“Kita harus bekerja sama antara pemerintah, media, tokoh masyarakat, pengusaha dan akademisi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Nadhirah Seha Nur memberikan materi mengenai strategi penanggulangan bencana dan penguatan resiliensi masyarakat.
Sementara Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menyampaikan kondisi serta kebutuhan penanggulangan bencana di wilayah Pamekasan.
Hj. Ansari berharap masyarakat tidak menempatkan penanggulangan bencana sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Kesiapsiagaan, menurutnya, perlu menjadi pengetahuan dan kebiasaan bersama di tingkat masyarakat.



