YAKUSA.ID — Ikatan Alumni Universitas Tribhuwana Tunggadewi (IKABHUWANA) menghimpun donasi sebesar Rp10.780.000 untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dana yang terkumpul dari kontribusi para alumni dan donatur tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, logistik bayi, serta mendukung kebutuhan transportasi dan akomodasi relawan dalam proses penyaluran bantuan.

Koordinator Gerakan Sosial IKABHUWANA Peduli Bencana Gempa NTT, Rizki Alfian S. SArl., M.Si, mengatakan seluruh dana yang terkumpul dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

“Dana tersebut kita alokasikan dan belanjakan dalam bentuk logistik kebutuhan pokok para korban yang terdampak, termasuk kebutuhan bayi. Seluruh hasil donasi kita belanjakan, termasuk untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi dan akomodasi relawan menuju lokasi terdampak bencana,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan, penggalangan dana dilakukan selama sekitar satu pekan dan ditutup pada 20 Agustus 2026. Bantuan selanjutnya didistribusikan secara langsung oleh sejumlah alumni yang berada di Kabupaten Manggarai pada Minggu (23/8/2026).

Kabupaten Manggarai dipilih sebagai salah satu wilayah penyaluran karena berdasarkan data yang dihimpun IKABHUWANA, daerah tersebut termasuk wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa NTT. Penyaluran juga didukung keberadaan alumni Fakultas Ilmu Kesehatan UNITRI yang bertugas sebagai anggota kepolisian di wilayah Reo.

Dalam pendistribusian bantuan, IKABHUWANA melibatkan jejaring alumni di daerah. Bantuan diserahterimakan kepada Polsek Reo untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Selain di sekitar wilayah Polsek Reo, sebagian bantuan juga dibawa ke Dusun Ojang, Kecamatan Reok Barat. Wilayah tersebut menjadi sasaran penyaluran setelah relawan memperoleh informasi bahwa masyarakat setempat belum menerima bantuan.

Relawan alumni IKABHUWANA, Falenarius Irena, S.T., mengatakan tim penyalur IKABHUWANA bersama komunitas Momanglino menjadi salah satu tim yang pertama menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut.

“Beberapa paket kami salurkan kepada warga di sekitar Polsek Reo. Kami juga menyalurkan bantuan ke Dusun Ojang, Reok Barat, karena lokasi tersebut belum tersentuh bantuan. Tim penyalur IKABHUWANA dan komunitas Momanglino menjadi tim pertama yang menyalurkan bantuan ke wilayah Ojang,” ucapnya.

Proses distribusi bantuan dilakukan dalam satu hari, mulai dari penurunan logistik hingga penyerahan kepada warga. Relawan harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Reo menuju Dusun Ojang.

Jarak tersebut sempat menjadi kendala karena kesepakatan awal dengan pengemudi hanya mencakup pengantaran bantuan hingga Reo. Namun, setelah dilakukan pembicaraan, pengemudi akhirnya bersedia melanjutkan perjalanan hingga Dusun Ojang.

Falenarius berharap bantuan tersebut dapat memberikan kekuatan dan semangat bagi masyarakat terdampak dalam menghadapi kondisi pascabencana.

“Harapannya, bantuan dari IKABHUWANA ini memberi mereka kekuatan dan semangat untuk melalui badai ini. Kepedulian bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir untuk menguatkan dan mengingatkan bahwa mereka tidak sendiri. Untuk IKABHUWANA, jangan pernah berhenti berbagi hal baik,” harapnya.

Sementara itu, Rizki mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja perdana IKABHUWANA setelah terbentuknya formateur dan mide-formateur pada awal Agustus 2026.

Menurut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan alumni UNITRI yang berada di Malang maupun di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, kami mendapat partisipasi dari ikatan alumni, baik yang ada di daerah maupun di Malang. Semuanya ikut berpartisipasi dan mendukung. Dengan dukungan tersebut, program penggalangan dana ini bisa terealisasi dengan baik dan disalurkan kepada korban terdampak di NTT,” ungkap Rizki.

IKABHUWANA menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, alumni, civitas akademika UNITRI, serta berbagai pihak yang turut mendukung penggalangan dan penyaluran bantuan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memberikan dukungan moral agar mereka tidak merasa menghadapi kondisi pascabencana seorang diri.